HEADLINNEWS.ID – Banjarmasin, Data terbaru Posko SAR Nasional KM Virgo Transport 8 mencatat total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi menjadi enam orang pada Minggu (13/9/2026). Lima korban meninggal dunia tambahan dievakuasi menggunakan TB TCP berdasarkan pembaruan data pukul 14.30 Wita.
Sebelumnya, Basarnas Banjarmasin mengonfirmasi 103 korban berhasil dievakuasi dengan satu orang di antaranya meninggal dunia. Dengan tambahan lima korban meninggal dunia tersebut, total korban meninggal yang tercatat menjadi enam orang.
Perubahan data korban membuat keluarga penumpang yang berada di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin berdatangan untuk memastikan kondisi anggota keluarganya. Salah satunya Bunga, keponakan salah satu penumpang, yang datang setelah mendapat informasi dari keluarganya.
“Panik, syok. Langsung datang ke sini setelah diinfokan keluarga,” ujar Bunga, Minggu (13/9/2026).
Bunga kemudian mencari informasi mengenai pamannya. Ia menemukan nama sang paman dalam daftar 22 nama penumpang yang berhasil dievakuasi.
Sebelumnya, beredar rekaman video yang memperlihatkan beberapa korban meninggal dunia. Basarnas meminta video tersebut tidak disebarluaskan karena kebenarannya belum dapat dipastikan.
Kepala Basarnas Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan validasi terhadap informasi yang beredar. Menurut dia, data yang telah divalidasi Basarnas sebelumnya mencatat 103 korban.
“Terkait dengan video-video yang beredar belum bisa kami pastikan karena kami harus dalami, kami harus validasi ya. Yang jelas informasi yang kami dapatkan terkait dengan jumlah korban itu sudah kami validasi totalnya adalah 103 orang,” ujar Putu, Minggu (13/9/2026).
Putu juga meminta awak media tidak mendistribusikan video yang sumbernya belum dapat diklarifikasi dan divalidasi. Ia mengatakan penyebaran video yang belum terverifikasi dapat menimbulkan kebingungan dan keresahan di masyarakat, terutama keluarga korban yang masih menunggu kabar.
Pembaruan data korban menunjukkan angka korban meninggal dalam operasi evakuasi masih mengalami perubahan setelah proses pendataan dan validasi lapangan. Karena itu, informasi mengenai jumlah korban dan rekaman yang beredar perlu merujuk pada data yang telah diverifikasi Basarnas.

