HEADLINNEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan insiden itu bermula ketika petugas Satpol PP bersama Dinas Perhubungan (Dishub) menertibkan parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan lahan hingga mengganggu ketertiban umum.
Dalam penertiban tersebut, petugas Dishub menindak kendaraan yang parkir sembarangan, termasuk dengan mencabut pentil ban. Situasi kemudian memanas setelah sejumlah pekerja proyek diduga memprovokasi petugas hingga terjadi bentrokan.
Pramono mengatakan petugas Dishub sempat mundur dari lokasi. Namun, sejumlah orang masih mengejar petugas, termasuk anggota Satpol PP yang kemudian menjadi korban pemukulan.
Pramono mengaku menerima laporan langsung dari Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan pada Minggu (11/10) malam. Ia menyampaikan kronologi kejadian tersebut saat berada di kawasan Jakarta Timur pada Senin (12/10/2026).
Menurut Pramono, perwakilan manajemen proyek telah menemui pihak Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf. Mereka juga meminta agar persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.
Meski demikian, Pramono meminta proses hukum tetap berjalan terhadap pihak yang terlibat. Ia menegaskan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas tidak boleh dibiarkan.
“Sampai sekarang karena itu sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi, saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan,” ujar Pramono.
Insiden di Bulungan mempertemukan dua persoalan ketertiban umum, yakni penindakan parkir liar dan kekerasan terhadap petugas. Permohonan maaf dari perwakilan manajemen proyek belum menggantikan proses hukum yang diminta Gubernur DKI Jakarta. Namun, data sumber belum memuat identitas pihak yang diduga melakukan pemukulan, keterangan pekerja proyek, ataupun perkembangan penanganan perkara oleh aparat penegak hukum.

