Demo DPR Memanas, Polisi Halau Massa dengan Meriam Air

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.IDJakarta, Polisi menembakkan meriam air untuk menghalau massa yang bertahan di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8) malam. Pada waktu yang hampir bersamaan, pos polisi di kawasan Slipi, Jakarta Barat, dilaporkan dirusak dan dibakar, sementara dua sepeda motor di Pejompongan, Jakarta Pusat, juga dilaporkan dibakar.

Hingga sekitar pukul 21.45 WIB, belum ada keterangan resmi dari polisi mengenai pembakaran sepeda motor dan pos polisi tersebut. Pihak yang berada di balik dua peristiwa itu juga belum diketahui.

Sebelum situasi memanas, massa demonstrasi masih bertahan di sekitar Gedung DPR. Sebagian demonstran melempar batu dan benda lain ke arah gedung, sementara aparat menghadang massa dan sempat terjadi aksi saling dorong.

Laporan dari lokasi menyebut lemparan batu, kayu, dan botol minuman berlangsung selama sekitar 10 menit. Asap juga dilaporkan mengepul di jalanan dan sejumlah orang berlarian.

Di kawasan Slipi, sekitar pukul 20.15 WIB, sekelompok orang dilaporkan berkerumun di sekitar perempatan yang tidak jauh dari Jalan Petamburan. Kesaksian wartawan Tribun menyebut sebuah pos polisi di lokasi tersebut terbakar ketika aparat masih menghalau massa agar menjauh dari Gedung DPR.

Sementara itu, dua sepeda motor di Pos Polisi Pejompongan, Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, dilaporkan terbakar sekitar pukul 19.00 WIB. Sejumlah saksi mata menyebut pembakaran terjadi sekitar waktu magrib.

Massa yang bertahan di depan Gedung DPR diperkirakan hampir 500 orang. Polisi kemudian memblokade ruas Jalan S. Parman menuju kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Demonstrasi berlangsung sejak Kamis siang dengan tuntutan antara lain pengesahan RUU Perampasan Aset. Massa juga menyuarakan kritik terhadap MBG, KDMP, penanganan bencana gempa bumi di NTT, serta karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.

Sebelumnya, massa yang diperkirakan mencapai seribuan orang tiba di depan Gedung DPR dengan berjalan kaki. Mereka membawa bendera organisasi dan spanduk tuntutan, sementara sebagian massa meneriakkan yel-yel.

Tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset juga disampaikan sejumlah peserta aksi. Data ICW yang dikutip dalam laporan menyebut kerugian negara akibat korupsi pada 2019-2023 mencapai Rp234,8 triliun, sedangkan uang pengganti yang kembali ke negara tercatat Rp32,8 triliun atau sekitar 13,9 persen.

Sekitar satu kilometer dari lokasi demonstrasi, polisi kembali memblokade ruas jalan menuju Gedung DPR. Hingga laporan tersebut dibuat, massa masih berada di sekitar pagar DPR.

Sumber mencatat adanya eskalasi situasi berupa pelemparan benda ke arah Gedung DPR, penggunaan meriam air oleh polisi, serta laporan pembakaran pos polisi dan dua sepeda motor. Namun, hingga sekitar pukul 21.45 WIB, belum terdapat keterangan resmi polisi mengenai dua peristiwa pembakaran tersebut dan pihak yang berada di baliknya belum diketahui.

Editor: HL-News
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!