HEADLINNEWS.ID – UNGARAN – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) bukanlah toko swalayan seperti ritel modern, melainkan infrastruktur resmi yang dibangun pemerintah untuk melancarkan penyaluran bantuan sosial, pupuk bersubsidi, gas bersubsidi, hingga menjadi tempat layanan pembayaran listrik. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri penandatanganan dukungan Persatuan Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) terhadap program Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/6/2026).
“KDMP bukan supermarket. Dia infrastruktur pemerintah untuk penyaluran bansos sekaligus berperan sebagai penampung hasil produksi warga. Jadi beda dengan Alfamart atau Indomaret, jelas berbeda,” tegas Menko Pangan kepada wartawan.
Acara tersebut digelar sebagai wujud dukungan terhadap visi “Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pertumbuhan Ekonomi, Pemerataan, dan Pemberantasan Kemiskinan”. Turut hadir Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro, Bupati Semarang, serta ratusan perangkat desa dari seluruh Jateng.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,89 persen pada triwulan I-2026, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen. Capaian ini didukung penguatan lembaga ekonomi di tingkat desa.
Hingga saat ini, di Jawa Tengah telah terbentuk 8.523 unit KDMP. Sebanyak 63 di antaranya bermitra dengan Sentra Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG), 53 bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan 278 menjalin kerja sama dengan Bulog dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp17 miliar. Selain itu, dari 4.328 SPPG yang terdaftar, 2.165 unit sudah beroperasi dan 1.998 di antaranya telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Ketua Umum DPP Papdesi Wargiyati menambahkan, berdasarkan aspirasi perangkat desa, KDMP diharapkan dapat menjadi pemasok bahan baku bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Jika terealisasi, maka roda perekonomian di desa akan berputar lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi warga,” ujarnya.

