HEADLINNEWS.ID – SALATIGA, Kesedihan mendalam dirasakan Agnes Ika Yuanita, warga Kelurahan Mangunsari, Salatiga, setelah kucing kesayangannya bernama Chiiboll meninggal dunia pada Kamis (13/8) dini hari.
Chiiboll telah dipelihara Agnes selama bertahun-tahun dan dianggap sebagai bagian dari keluarga. Agnes membawa Chiiboll ke GSL Pet Point Salatiga yang beralamat di Ruko Osamaliki, Sidorejo Lor, pada Rabu (12/8) sore karena mengalami gejala batuk dan pilek.
Agnes mengaku masih mempertanyakan penanganan medis yang diterima Chiiboll sebelum akhirnya meninggal dunia. Ia menduga terdapat ketidaktepatan dalam diagnosis maupun pemberian obat, meski dugaan tersebut belum dapat dipastikan secara medis.
Dengan mata berkaca-kaca sembari memperlihatkan foto-foto Chiiboll di telepon genggamnya, Agnes menceritakan kronologi yang dialaminya kepada awak media.
“Pada Rabu sore, sekitar pukul 16.00 WIB, saya membawa Chiiboll ke GSL Pet Point untuk diperiksa karena sedang mengalami gejala batuk dan pilek. Setelah diperiksa, dokter menyampaikan ada gangguan pada saluran pencernaan. Kemudian saya diberikan sejumlah obat untuk diberikan kepada Chiiboll,” ungkap Agnes.
Menurut Agnes, setelah mendapatkan penanganan tersebut kondisi Chiiboll justru memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada dini hari.
Agnes menduga salah satu obat yang diberikan berkaitan dengan kondisi Chiiboll, namun ia mengaku tidak memiliki kapasitas untuk memastikan penyebab kematian tersebut secara medis.
“Saya sangat sedih. Chiiboll sudah menemani saya bertahun-tahun. Saya membawanya berobat agar sembuh, tetapi akhirnya meninggal. Saya ingin mendapatkan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Agnes.
Bagi Agnes, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai biaya pengobatan ataupun tuntutan ganti rugi. Ia mengaku lebih membutuhkan penjelasan mengenai diagnosis, obat yang diberikan, serta kondisi Chiiboll sebelum meninggal.
“Saya meminta kejelasan. Kalau memang ada kesalahan dalam penanganannya, saya ingin tahu. Bukan soal uang atau ganti rugi, tetapi saya ingin mendapatkan penjelasan karena kehilangan Chiiboll ini sangat berat bagi saya,” katanya.
Pihak Klinik Belum Memberikan Keterangan Langsung
Awak media kemudian berupaya meminta konfirmasi kepada pihak GSL Pet Point Salatiga terkait pemeriksaan terhadap Chiiboll, diagnosis yang diberikan, obat yang diresepkan, serta kondisi hewan tersebut setelah mendapatkan penanganan.
Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak klinik belum memberikan keterangan langsung kepada awak media.
Karyawan yang ditemui menyampaikan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan profesional antara dokter hewan dan pemilik hewan peliharaan. Pihak klinik juga menyatakan bahwa komunikasi dan tanggapan lebih lanjut akan disampaikan melalui penasihat hukum mereka.
Dengan demikian, hingga berita ini dipublikasikan, belum terdapat keterangan dari dokter hewan yang menangani Chiiboll mengenai diagnosis, jenis obat yang diberikan, maupun penyebab kematian hewan tersebut.
Pemilik Berharap Ada Penjelasan
Agnes berharap pihak klinik dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penanganan yang diberikan kepada Chiiboll.
Ia juga mengaku siap menerima penjelasan secara profesional mengenai kondisi medis kucingnya, termasuk apabila terdapat faktor lain yang menyebabkan kondisi Chiiboll memburuk.
“Saya hanya ingin semuanya jelas. Kalau memang ada penjelasan secara medis mengenai apa yang terjadi, saya ingin mengetahuinya. Saya tidak ingin menuduh sembarangan,” tutur Agnes.
Kasus ini masih berada pada tahap penyampaian keluhan dari pemilik hewan dan belum terdapat kesimpulan independen mengenai penyebab kematian Chiiboll maupun ada atau tidaknya kesalahan dalam penanganan medis.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan Agnes Ika Yuanita sebagai pemilik hewan. Dugaan mengenai diagnosis, pemberian obat, dan kaitannya dengan kematian Chiiboll merupakan keterangan atau dugaan dari narasumber dan belum merupakan kesimpulan medis. Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak GSL Pet Point Salatiga. Pihak klinik menyampaikan bahwa tanggapan lebih lanjut akan disampaikan melalui penasihat hukum. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi atau tanggapan dari pihak GSL Pet Point Salatiga secara proporsional sesuai kaidah jurnalistik.

