HEADLINNEWS.ID – Ada anggapan bahwa pejuang hanya mereka yang memanggul senjata. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar.
Dalam sejarah Indonesia, pena juga pernah menjadi senjata. Mesin tik pernah lebih ditakuti daripada letusan senapan. Berita yang ditulis dengan jujur mampu menembus pagar sensor, membangkitkan keberanian, dan mengabarkan kepada dunia bahwa sebuah bangsa sedang memperjuangkan kemerdekaannya.
Karena itu, wartawan sejati sesungguhnya adalah pejuang.
Ia tidak bertempur di parit. Ia tidak memimpin serangan. Tetapi ia hadir di garis depan peristiwa, menyaksikan, mencatat, lalu menyampaikan kebenaran kepada publik. Tidak sedikit wartawan yang dipenjara, dibungkam, bahkan kehilangan nyawa karena memilih setia kepada nurani.
Dalam bahasa sehari-hari, orang Jawa mengenal istilah londo ireng. Dahulu istilah itu ditujukan kepada mereka yang sebangsa, tetapi rela menjadi alat penjajah. Bukan warna kulit yang dipersoalkan, melainkan sikap yang menggadaikan harga diri bangsanya.
Sejarah selalu memberi pelajaran. Seorang wartawan boleh mengkritik pemerintah sekeras-kerasnya. Bahkan kritik adalah bagian dari tugas pers. Namun ia tidak boleh menjual kebenaran demi kepentingan yang mengorbankan bangsanya sendiri.
Pers yang merdeka bukan pers yang bebas tanpa tanggung jawab. Pers yang merdeka adalah pers yang setia kepada fakta, menghormati etika, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Itulah sebabnya wartawan tidak layak disebut londo ireng. Ia adalah penjaga ingatan bangsa. Ia adalah saksi zaman. Dan ketika sejarah kelak membuka lembarannya, yang dikenang bukanlah siapa yang paling lantang bersuara, melainkan siapa yang paling setia kepada kebenaran.
Karena pada akhirnya, perjuangan tidak selalu berbunyi dentuman senjata. Kadang ia hanya terdengar dari ketukan tuts mesin tik, gesekan pena di atas kertas, atau bunyi rana kamera yang mengabadikan sejarah.

Penulis adalah Wartawan Senior, Mantan Pasukan Perdamaian PBB/UNEF Middle East 1978 Garuda VIII, sebagai Veteran Perdamaian, aktif di Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran RI (DPP LVRI) dan menjadi Pemimpin Perusahaan Headlinenews.id

