Kekeringan Bogor, 443 Warga Ciburial Krisis Air Bersih

FX Michael
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Sebanyak 137 kepala keluarga atau 443 jiwa di Kampung Ciburial RT 3 RW 3, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, terdampak kekeringan sejak Rabu (17/6/2026). Warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah debit sumur menurun dan sebagian sumber air mengering.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengirimkan bantuan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Bantuan disalurkan melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) menggunakan truk tangki air.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam, mengatakan kekeringan terjadi karena berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Cuaca panas beberapa hari terakhir menyebabkan debit mata air dan sumur warga menurun sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak terpenuhi secara optimal,” ujar M. Adam dalam keterangannya.

Menurut M. Adam, kondisi tersebut membuat kualitas air yang tersisa di sejumlah sumur warga menurun. Air yang masih tersedia dilaporkan bercampur lumpur sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

BPBD Kabupaten Bogor mencatat distribusi awal sebanyak 5.000 liter air bersih telah dilakukan sebagai langkah penanganan darurat bagi warga Kampung Ciburial.

BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kekeringan untuk menghemat penggunaan air bersih. Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air diminta melapor melalui pemerintah desa, kecamatan, atau langsung kepada BPBD Kabupaten Bogor.

Kekeringan di Kampung Ciburial menunjukkan dampak langsung penurunan curah hujan terhadap ketersediaan sumber air warga. Dengan jumlah terdampak mencapai 443 jiwa, kebutuhan distribusi air bersih berpotensi meningkat apabila kondisi cuaca kering berlanjut.

Pemerintah daerah perlu memastikan pemantauan wilayah rawan kekeringan dilakukan secara berkala agar bantuan air dapat diberikan sebelum krisis air meluas. Ketergantungan warga terhadap sumur sebagai sumber utama air menjadi faktor yang meningkatkan risiko ketika debit air tanah menurun.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!