Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Tekanan Ekonomi Global Semakin Terasa

Bank Indonesia terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan siap mengambil langkah-langkah stabilisasi yang diperlukan untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional.

HL-News
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah di awal Juni 2026. Pada Kamis (4/6/2026), kurs referensi JISDOR Bank Indonesia mencatat USD 1 sudah mencapai Rp18.039.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan tren pelemahan rupiah yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Pada awal Mei 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp17.300-an per dolar AS. Namun, sejak pertengahan bulan, mata uang Garuda terus tertekan hingga menyentuh level Rp18.000.

Berikut pergerakan kurs JISDOR dalam dua pekan terakhir:

  • 19 Mei 2026: Rp17.719
  • 20 Mei 2026: Rp17.685
  • 21 Mei 2026: Rp17.673
  • 22 Mei 2026: Rp17.717
  • 25 Mei 2026: Rp17.743
  • 26 Mei 2026: Rp17.789
  • 29 Mei 2026: Rp17.883
  • 2 Juni 2026: Rp17.863
  • 3 Juni 2026: Rp17.931
  • 4 Juni 2026: Rp18.039

JISDOR merupakan kurs referensi yang diterbitkan Bank Indonesia berdasarkan transaksi valas antarbank di pasar domestik. Kurs ini menjadi acuan penting bagi pelaku usaha, perbankan, dan pemerintah dalam berbagai transaksi keuangan.

Pelemahan rupiah ini dikhawatirkan akan meningkatkan biaya impor bahan baku industri dan barang konsumsi yang bergantung pada dolar AS. Di sisi lain, kondisi ini bisa menjadi angin segar bagi pelaku usaha ekspor karena nilai penerimaan dalam dolar akan lebih besar saat dikonversi ke rupiah.

Bank Indonesia terus memantau perkembangan nilai tukar dan siap mengambil langkah-langkah stabilisasi yang diperlukan untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!