B50, Solusi Atasi Krisis Energi?

Namun, penggunaan biodiesel pada mesin diesel memiliki sejumlah tantangan. Biodiesel memiliki nilai bakar yang jauh lebih rendah dibandingkan solar murni.

Mugi Imaning Tyas
2 Min Read
Istimewa

HEADLINNEWS.ID – Warga Indonesia bakal punya Bahan Bakar Minyak (BBM) baru. Namanya, B50 yang merupakan bahan bakar campuran yang terdiri dari 50 persen, solar (minyak bumi) dan 50 persen, biodiesel berbasis minyak kelapa sawit.

Jika tak ada aral melintang, B50 akan mulai diimplementasikan pada 1 Juli 2026 ini. Begitu kata Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam keterangannya dilansir, Rabu (16/6/2026).

“Mungkin satu minggu lagi saya akan melakukan rapat dengan tim uji coba. Sekarang kan kita masih terus melakukan uji coba,” ujar Bahlil.

Sementara itu, Deputi Bidang Riset, Inovasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual Universitas Muhammadiyah Surakarta, Rois Fatoni menilai, meski B50 bisa menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan pada minyak global.

Namun, penggunaan biodiesel pada mesin diesel memiliki sejumlah tantangan. Biodiesel memiliki nilai bakar yang jauh lebih rendah dibandingkan solar murni.

Alhasil, kata dosen Teknis Kimia UMS itu, penggunaan biodiesel cenderung lebih boros dibandingkan solar untuk menempuh jarak yang sama.

“Sama-sama satu liter, energi yang dihasilkan biodiesel lebih sedikit karena mengandung senyawa oksigen. Sedangkan solar murni hanya terdiri dari unsur karbon dan hidrogen,” paparnya.

Pemakaian biodiesel dapat menyebabkan filter solar mesin diesel cepat kotor. Membuat filter tersebut harus lebih sering diganti.

Rois mengatakan hal itu disebabkan senyawa organik minyak nabati yang lebih kompleks dibandingkan senyawa minyak bumi. “Semua biodiesel seperti itu,” tambah dia.

Terlepas dari itu, yang pasti, penerapan biodiesel di Indonesia telah dimulai sejak 2006. Dasar hukum penerapannya tercantum dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Penerapan biodiesel dimulai dari B5, dengan komposisi 5 persen minyak sawit. Komposisi minyak sawit terus bertambah seiring waktu, mulai dari B10, B20, B30, hingga B40.

Biodiesel B40 adalah jenis biodiesel yang terdiri dari 60 persen solar dan 40 persen minyak kelapa sawit.

Indonesia sendiri telah menerapkan biodiesel B40 pada 1 Januari 2025. Pemerintah mengklaim penerapan B40 berhasil menghemat devisa negara senilai Rp 93,43 triliun per September tahun lalu.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!