Wali Kota Agustina Tekankan Kolaborasi Hulu-Hilir Atasi Banjir di Semarang

Kolaborasi antarlembaga dari hulu hingga hilir menjadi kunci utama menyelesaikan masalah genangan yang kerap melanda wilayah kota.

HL-News
2 Min Read

HEADLINNEWS.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa penanganan banjir di Kota Semarang tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi antarlembaga dari hulu hingga hilir menjadi kunci utama menyelesaikan masalah genangan yang kerap melanda wilayah kota.

Pernyataan tersebut disampaikan Agustina pasca-banjir bandang yang menerjang Kecamatan Ngaliyan pada 15 Mei 2026 lalu. Menurutnya, banjir di Ngaliyan dipicu hujan ekstrem di kawasan perbukitan yang menyebabkan debit air Sungai Silandak meluap hingga mencapai ketinggian 1 hingga 2 meter di permukiman warga.

“Penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak. Sungai, drainase primer, sekunder, hingga drainase lingkungan saling terhubung, sehingga harus ditangani bersama-sama,” tegas Agustina.

Agustina menjelaskan, selain curah hujan tinggi, faktor lain yang memperburuk banjir adalah berkurangnya lahan resapan akibat alih fungsi lahan di kawasan hulu. Air hujan yang tidak terserap optimal langsung mengalir deras ke sungai dan saluran drainase, membawa serta lumpur dan material yang merusak infrastruktur.

“Luapan air yang deras membawa lumpur dan material lainnya, sehingga menyebabkan kerusakan di sejumlah infrastruktur lingkungan,” ujarnya.

Pemkot Semarang saat ini terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah provinsi dan pusat, untuk melakukan penanganan komprehensif. Mulai dari normalisasi sungai, perbaikan drainase, hingga upaya pencegahan jangka panjang di kawasan hulu.

Agustina berharap sinergi yang lebih kuat antarlembaga dapat meminimalisir dampak banjir di masa mendatang, sehingga masyarakat Semarang dapat terlindungi dengan lebih baik dari ancaman genangan air.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!