HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Tim SAR gabungan mengerahkan 13 kapal untuk mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, pada hari keempat pencarian, Kamis (10/9/2026). Pencarian dilakukan di seluruh sektor dengan mengacu pada data cuaca dari BMKG.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan lebih dari 300 personel terlibat dalam operasi tersebut, termasuk petugas yang berada di posko. Tim masih menyesuaikan pencarian dengan kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar lokasi.
Menurut Amrad, cuaca di lokasi pada Kamis pagi cerah berawan. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan tim dalam menentukan pola pencarian, termasuk kemungkinan penggunaan helikopter.
Tim SAR sebelumnya telah mencoba melakukan pencarian melalui udara. Helikopter disebut terbang hingga ketinggian sekitar 15.000 sampai 25.000 kaki dan melakukan pencarian hingga wilayah pesisir Carita, tetapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Amrad mengatakan tim tetap mengacu pada data BMKG dalam menentukan sektor pencarian. Perubahan cuaca dan jarak pandang menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pencarian dari udara.
Pada pencarian sebelumnya, petugas menemukan sebuah jaket pelampung dan pelampung botol di sekitar wilayah Anyer. Namun, Tim SAR belum dapat memastikan apakah benda tersebut berkaitan dengan kapal yang ditumpangi rombongan jurnalis.
Pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa, mengatakan jaket pelampung yang ditemukan bukan milik kapal tersebut. Menurut dia, informasi itu diperoleh setelah dikonfirmasi kepada kapten II kapal.
Jaket pelampung yang ditemukan berwarna jingga atau oranye, sedangkan jaket yang tersedia di Arupadhatu 1 berwarna merah dan hijau terang.
Hingga pencarian hari keempat, keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut belum ditemukan.
Operasi pencarian memasuki hari keempat dengan pengerahan 13 kapal dan lebih dari 300 personel. Data sumber juga menunjukkan pencarian udara telah dilakukan, tetapi belum menghasilkan temuan keberadaan korban. Temuan jaket pelampung dan pelampung botol masih memerlukan identifikasi karena keterkaitannya dengan kapal Arupadhatu 1 belum dapat dipastikan.

