HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hadir dalam Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 di Selabintana, Sukabumi, September 2026. Kegiatan tersebut ditempatkan PUI dalam konteks pendidikan karakter dan hubungan antara nilai keislaman dengan kebangsaan.
Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PUI H. Nur Ihsan Zaidi menyebut kegiatan Pramuka PUI tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perkemahan, tetapi juga pendidikan disiplin, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan keberanian menghadapi tantangan.
Menurut dia, nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan dengan ajaran Islam tentang persatuan, persaudaraan, keadilan, tanggung jawab sosial, dan kemaslahatan.
Kemah Nasional PUI 2026 mengusung tema Generasi Muda PUI Tumbuh Menjadi Generasi yang Bisa Memimpin Dirinya dan Memimpin Lingkungannya. Tema tersebut dalam tulisan Nur Ihsan dikaitkan dengan kebutuhan membentuk generasi muda yang mampu memimpin diri sendiri sebelum memimpin lingkungan.
Kehadiran Kapolri juga dikaitkan dengan peran negara dalam pembinaan generasi muda. Dalam tulisan tersebut disebutkan bahwa keamanan tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga pendidikan dan pembentukan karakter.
Nur Ihsan juga menyoroti tantangan generasi muda di ruang digital, termasuk penggunaan media sosial dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Ia menilai literasi digital perlu disertai pertimbangan moral dalam menggunakan teknologi dan menyampaikan informasi.
Tulisan tersebut mengaitkan pendidikan karakter Pramuka PUI dengan agenda Indonesia Emas 2045. PUI disebut memiliki lembaga pendidikan, dakwah, pesantren, madrasah, sekolah, kaderisasi, dan gerakan kepemudaan yang dapat menjadi bagian dari pembinaan generasi muda.
Data sumber lebih banyak berisi opini dan argumentasi penulis mengenai makna kehadiran Kapolri serta peran Pramuka PUI daripada laporan faktual mengenai pelaksanaan Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional 2026. Tidak tersedia keterangan rinci mengenai waktu pelaksanaan, jumlah peserta, rangkaian kegiatan, maupun pernyataan langsung Kapolri, sehingga aspek tersebut perlu dikonfirmasi sebelum berita ditayangkan.

