HEADLINNEWS.ID – Aksi mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat sipil di Simpang Empat Gramedia, Kota Jogja, berlangsung hingga malam, Selasa (1/9/2026). Massa bertahan berjam-jam di salah satu titik utama lalu lintas Kota Jogja untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Aksi dimulai sejak sore setelah massa bergerak dari kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM). Setibanya di Simpang Empat Gramedia sekitar pukul 16.30 WIB, mahasiswa menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian mereka, mulai dari kebijakan pemerintah hingga persoalan pengelolaan negara.
Sejumlah isu dibawa dalam aksi tersebut, di antaranya penanganan bencana, pengelolaan sumber daya alam, penggunaan anggaran negara, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Koperasi Desa Merah Putih.
Persoalan anggaran menjadi salah satu sorotan. Massa mempertanyakan prioritas pemerintah dalam mengalokasikan belanja negara, terutama ketika kebutuhan di sektor pendidikan dan penanganan bencana masih dianggap membutuhkan perhatian lebih besar.

Kritik juga diarahkan pada sejumlah kebijakan dan janji politik pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Mahasiswa menilai masih terdapat persoalan yang belum terselesaikan, termasuk menyangkut pendidikan, energi dan transportasi publik.
Dari beragam persoalan tersebut, tuntutan aksi kemudian diarahkan pada perubahan pemerintahan. Mahasiswa menilai berbagai masalah yang mereka soroti tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan arah kebijakan pemerintah saat ini.
Selain menyampaikan kepentingan mahasiswa, massa juga mengklaim membawa keresahan masyarakat yang tidak dapat turun langsung ke jalan karena pekerjaan, kondisi ekonomi, maupun keterbatasan lainnya.
Aksi berlangsung cukup lama hingga malam. Massa tetap berada di sekitar Simpang Empat Gramedia sementara aparat kepolisian melakukan pengamanan di lokasi.

