Headlinnews.com – CEO Headlinnews, Jayanto Arus Adi berdiskusi bersama Komandan Kodim (Dandim) 0729/Bantul, Letkol Kav Fikri Nurheldi di Rumah Pesik Art & Heritage Hotel di Jalan Mondorakan Gg. Soka No.3B, Sayangan, Jagalan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).
Pertemuan ini berlangsung menarik dan membahas banyak hal, terutama soal perkembangan arus informasi digital serta pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika media sosial yang semakin cepat.
“Perkembangan platform digital membuat masyarakat kini sangat mudah mendapatkan dan menyebarkan informasi. Karena itu, penting bagi media untuk tetap mengedepankan akurasi, etika, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik,” kata Jayanto menanggapi pembahasan mengenai perkembangan media saat ini.
Menurut Jayanto, wartawan dan media memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik.
“Media tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus mampu menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan di tengah derasnya arus konten digital,” sebutnya.
Sementara itu, Dandim 0729/Bantul, Letkol Kav Fikri Nurheldi mengatakan perlunya ada sinergitas yang baik dengan media untuk memperkuat ketahanan NKRI.
“Perlu ada kesinambungan antara media dengan forkopimda di daerah untuk menguatkan nilai-nilai persatuan bangsa. Dengan informasi yang berkualitas tentunya akan menjadi momentum dalam memperkuat NKRI,” tandasnya.
General Manager Rumah Pesik Art & Heritage Hotel, Ershad Abdul Salam, turut menyambut baik pertemuan tersebut. Menurutnya, diskusi yang berlangsung di tengah bangunan heritage seperti Rumah Pesik memiliki makna tersendiri di tengah perkembangan zaman yang serba cepat.
“Rumah Pesik bukan hanya bangunan tua, tetapi ruang untuk mengingat bahwa budaya dan sejarah tetap harus hidup di tengah modernisasi. Ketika orang-orang dari latar belakang berbeda bisa duduk bersama di tempat seperti ini, maka warisan budaya tidak sekadar dipamerkan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari percakapan masa depan,” ujar Ershad.
Praktisi Media Digital dan Komunikasi Publik, Feby Ferdian, yang turut hadir, menilai suasana diskusi di Rumah Pesik memberikan pengalaman tersendiri karena berlangsung di tengah bangunan penuh sejarah dan nilai budaya.
“Di era serba cepat seperti sekarang, ruang-ruang penuh sejarah seperti Rumah Pesik justru terasa penting. Tempat seperti ini mengingatkan bahwa bangsa yang besar bukan hanya yang mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga yang tetap menjaga ingatan dan budayanya,” ujar pria yang pernah sudah berkecimpung selama 14 tahun di dunia jurnalistik tersebut.
Pertemuan berlangsung hangat di tengah suasana klasik Rumah Pesik yang sarat nilai sejarah dan budaya. Diskusi lintas perspektif tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan unsur pertahanan dalam menjaga persatuan bangsa di era digital.

