HEADLINNEWS.ID – Umat Katolik di Paroki Yesus Kerahiman Ilahi, Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, terpaksa menggelar misa Minggu (30/8/2026) di halaman gereja akibat rentetan gempa bumi susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat 9.765 gempa susulan mengguncang Flores pascagempa utama bermagnitudo M7,7.

Pemindahan lokasi peribadatan ke area terbuka ini merupakan langkah mitigasi untuk menjamin keamanan umat. Warga mengantisipasi potensi kerusakan lebih lanjut pada bangunan fisik, termasuk gedung utama gereja, akibat guncangan yang terus terjadi. Berdasarkan data akumulasi BMKG, angka ribuan gempa susulan tersebut tercatat hingga pukul 06.00 WITA pada hari Minggu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, prosesi misa dipimpin oleh seorang pastur dari depan altar darurat yang didirikan di pelataran gereja. Sebagian umat tampak mengikuti ibadah dengan duduk di kursi plastik, sementara yang lain memadati area lapangan terbuka dan mengantre di barisan komuni. Di area peribadatan darurat tersebut juga terpasang spanduk Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang menandai berdirinya posko penanganan bencana.
Kerumunan umat berskala besar terlihat terpusat di sekitar posko bantuan bertuliskan Pos Pengungsian Terpadu. Pelaksanaan ibadah tetap berjalan tertib dan khidmat meskipun aktivitas umat dikelilingi oleh fasilitas kedaruratan.

Tingginya frekuensi gempa susulan yang mencapai 9.765 kali menunjukkan aktivitas seismik yang masih sangat tidak stabil di wilayah Flores. Pemindahan aktivitas pengumpulan massa ke ruang terbuka menjadi prosedur keselamatan krusial guna menekan risiko tertimpa runtuhan bangunan. Keberadaan Pos Pengungsian Terpadu di kompleks gereja juga mempertegas fungsi ganda fasilitas keagamaan sebagai pusat evakuasi darurat bagi warga terdampak bencana.

