Gus Yusuf Tawarkan Kebangkitan Kedua Jelang Muktamar NU

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read

HEADLINNEWS.IDKH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf menjadi salah satu dari empat kandidat kuat Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, 27-31 Agustus 2026. Kajian Tim Peneliti Institut Islam Nusantara (Insantara) menyoroti gagasan An-Nahdlah Ats-Tsaniyah atau Kebangkitan Kedua yang dibawa Gus Yusuf dalam kontestasi tersebut.

Gus Yusuf sebelumnya mundur dari panggung politik praktis setelah memimpin PKB Jawa Tengah. Keputusan itu diambil pada awal 2026 dan dalam kajian tersebut disebut sebagai langkah untuk fokus berkhidmah kepada jamiyah NU.

Gagasan Kebangkitan Kedua yang diusung Gus Yusuf mencakup pembenahan tata kelola organisasi, kemandirian ekonomi nahdliyin, serta pengembangan pendidikan pesantren agar relevan dengan tantangan abad kedua NU.

Dalam kajian Insantara, pencalonan Gus Yusuf juga menghadapi tantangan untuk meyakinkan bahwa langkahnya menuju kepemimpinan PBNU tidak terkait dengan politik praktis masa lalu. Pengalaman organisasi dan kiprahnya di politik disebut menjadi bagian dari latar belakang yang diperhitungkan dalam persaingan tersebut.

Selain Gus Yusuf, tiga kandidat lain yang disebut dalam kajian tersebut adalah Ketua Umum PBNU petahana KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, dan KH Imam Jazuli.

Gus Yahya disebut membawa pengalaman sebagai petahana dengan jaringan organisasi dan modernisasi administratif. Sementara Gus Kikin, pengasuh Ponpes Tebuireng sekaligus cicit muassis NU, disebut menawarkan gagasan yang berangkat dari Qanun Asasi, sedangkan Imam Jazuli dari Cirebon tampil sebagai kandidat independen dengan gagasan transformasi pesantren.

Muktamar ke-35 NU akan berlangsung di Jombang pada 27-31 Agustus 2026. Empat nama tersebut disebut dalam kajian Insantara sebagai kandidat kuat dalam persaingan menuju kursi Ketua Umum PBNU.

Data sumber menempatkan kontestasi Ketua Umum PBNU pada persaingan empat kandidat dengan gagasan kepemimpinan yang berbeda. Gus Yusuf membawa agenda Kebangkitan Kedua yang berfokus pada tata kelola organisasi, kemandirian ekonomi nahdliyin, dan pendidikan pesantren, sementara kandidat lainnya disebut menawarkan pendekatan masing-masing.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!