HEADLINNEWS.ID – JAKARTA, Sebanyak ratusan atlet dari 32 negara dipastikan berlaga pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 yang berlangsung di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 1-5 Agustus 2026. Kejuaraan berstatus World Taekwondo (WT) G2 itu juga menjadi ajang perebutan poin ranking dunia menuju Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.
Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menyatakan seluruh persiapan penyelenggaraan telah memasuki tahap akhir. Sejumlah perangkat pertandingan, mulai dari Technical Delegate, Competition Supervisory Board, wasit internasional, hingga registrasi peserta, disiapkan sesuai standar World Taekwondo.
Ketua Umum PBTI Richard Tampubolon mengatakan kepercayaan dari Asian Taekwondo Union dan World Taekwondo untuk menggelar kejuaraan tersebut menjadi kehormatan bagi Indonesia.
“Kepercayaan dari Asian Taekwondo Union dan World Taekwondo untuk Indonesia merupakan kehormatan yang sangat besar. Ini membuktikan bahwa Indonesia dipercaya menjadi bagian penting dalam perkembangan taekwondo dunia. Kami ingin menghadirkan kejuaraan yang profesional, berkelas internasional, sekaligus menjadi momentum kebangkitan prestasi taekwondo Indonesia di hadapan dunia,” ujar Richard.
Menurut Richard, kejuaraan ini juga memberi kesempatan bagi atlet Indonesia menghadapi lawan-lawan berlevel dunia tanpa harus bertanding di luar negeri.
“Kami ingin atlet-atlet Indonesia mendapatkan pengalaman bertanding melawan atlet-atlet terbaik dunia di rumah sendiri. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk membangun mental juara dan meningkatkan daya saing menuju level internasional,” katanya.
Sebagai turnamen WT G2, setiap hasil pertandingan akan menghasilkan poin ranking dunia dengan bobot lebih tinggi dibanding turnamen G1. Poin tersebut menjadi salah satu syarat penting dalam persaingan menuju Kejuaraan Dunia maupun Olimpiade.
Negara peserta yang dipastikan hadir antara lain Korea Selatan, Jepang, China Taipei, Kazakhstan, Australia, Amerika Serikat, Rusia, Ukraina, Turki, Belanda, Yunani, Slovakia, Chile, Peru, Tunisia, Rwanda, Arab Saudi, Pakistan, Thailand, Malaysia, Filipina, India, serta Indonesia sebagai tuan rumah.
Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian mengatakan penyelenggara memprioritaskan seluruh aspek pertandingan dan pelayanan bagi atlet, ofisial, serta delegasi sesuai standar internasional.
“Kami memastikan seluruh aspek penyelenggaraan mengikuti standar internasional. Tidak hanya pertandingan, tetapi juga pelayanan kepada atlet, ofisial, dan delegasi dari berbagai negara menjadi prioritas kami agar Indonesia memberikan pengalaman terbaik sebagai tuan rumah,” kata Rafael.
Ia menambahkan kejuaraan tersebut menjadi kesempatan bagi atlet Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi atlet elite dunia dalam atmosfer kompetisi internasional.
Nomor Poomsae Recognized dan Freestyle dijadwalkan berlangsung pada 1-2 Agustus 2026, sedangkan nomor Kyorugi Senior putra dan putri digelar pada 3-5 Agustus 2026.
Indonesia mengirimkan 31 atlet pada nomor Kyorugi dan Poomsae untuk tampil pada kejuaraan tersebut.
Status World Taekwondo G2 menjadikan kejuaraan ini memiliki arti penting karena hasil pertandingan memengaruhi perolehan poin ranking dunia atlet. Bagi Indonesia, penyelenggaraan turnamen sekaligus menjadi kesempatan bagi atlet nasional menghadapi peserta dari 32 negara dalam kompetisi internasional yang digelar di kandang sendiri, tanpa menambah agenda pertandingan di luar negeri.

