HEADLINNEWS.ID – NUSA TENGGARA TIMUR, Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 mengguncang Flores pada Senin (17/8/2026) pagi dan membuat rencana penyaluran bantuan MPM dan Raja Jaya Motor di Maumere tertunda. Guncangan juga menyebabkan pertokoan di pusat Kota Maumere, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, tutup.
Tim MPM dan Raja Jaya Motor sebelumnya menjadwalkan pembelian sembako pada pukul 09.00 waktu setempat untuk kemudian disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada korban terdampak bencana sebelumnya.
Namun, gempa terjadi saat toko mulai buka. Menurut narasumber HM yang berada di Kota Maumere, kondisi tersebut membuat tidak ada toko yang beroperasi sehingga pembelian kebutuhan bantuan belum dapat dilakukan.
“Saat ini kami terpaksa membatalkan sementara rencana belanja sembako dan penyaluran bantuan. Kami sedang menunggu situasi kembali kondusif karena tidak ada satu pun toko yang buka akibat gempa pagi ini,” kata HM.
Dampak gempa juga tercatat di sejumlah wilayah. Dokumentasi yang disebut berasal dari lokasi memperlihatkan longsor di wilayah Hokor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka.
Dalam dokumentasi tersebut, material berupa debu dan bebatuan terlihat bergerak dari area perbukitan menuju bagian bawah yang berdekatan dengan permukiman warga.
Dokumentasi lain memperlihatkan retakan tanah di Jalan Trans Utara Maumere-Makassar, Desa Keliwumbu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende. Rekahan tersebut terlihat memanjang dan membelah jalan tanah.
Rekaman di Ende memiliki geotag pada pukul 09.03 waktu setempat. Seorang petugas lapangan berseragam PLN yang disebut bernama Ito Wangge terlihat meninjau area retakan tersebut.
Menurut keterangan dalam rilis, suara peringatan dini dari sistem pemantau parameter gempa bumi juga terdengar dalam rekaman tersebut.
Rencana penyaluran bantuan MPM dan Raja Jaya Motor belum dilanjutkan setelah pembelian sembako tertunda akibat kondisi di Maumere.
Gempa M 5,6 berdampak langsung pada aktivitas di Maumere dengan terhentinya kegiatan pertokoan yang diperlukan untuk pembelian kebutuhan bantuan. Pada saat yang sama, dokumentasi dari Sikka dan Ende menunjukkan adanya longsor serta retakan tanah setelah guncangan.

