Lebih dari Sekadar Lomba, Subah Run 2026 Hidupkan Kembali Legenda Atletik Kabupaten Batang

Jumadi
By
Jumadi
3 Min Read
Ratusan warga mengikuti Subah Run dalam rangka memeriahkan HUT Ke-81 RI di Kecamatan Subah, Kabupaten Batang.
Oleh: Jumadi

HEADLINNEWS.IDSubah Run 2026 menjadi cara merayakan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus mengajak masyarakat hidup sehat dan menjaga kebersamaan dan tradisi. Semangat itu terpancar jelas sejak pukul 05.00 WIB. Di balik riuk tepuk tangan warga yang berdiri di tepi jalan, ajang ini membawa warisan panjang yang telah berdenyut sejak era 1970-an.

“Ini bukan event sekadar lomba, bukan siapa yang finish dulu, bukan siapa yang larinya cepat. Subah Run 2026 hadir untuk memupuk kebersamaan warga sekaligus mendorong olahraga rekreasi yang berpeluang menjadi agenda sport tourism daerah. Kalau hari ini alhamdulillah sukses, tahun yang akan datang nanti kita bisa perbaiki dan lebih memeriahkan lagi supaya banyak peminatnya dan lebih banyak pesertanya,” kata Camat Subah M. Yasin saat ditemui di Kantor Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Minggu (16/8/2026).

Pencetak Prestasi dari Jalanan Kampung

Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Batang Karyono menegaskan, bahwa tradisi lari di Subah punya rekam jejak panjang. Lomba lari 10 kilometer di wilayah ini pernah menjadi legenda atletik daerah.

“70-an itu sudah ada, ajang ini berpotensi besar melahirkan bakat-bakat baru. Dari PASI mengharapkan dengan adanya penyelenggaraan ini bisa menciptakan atlet-atlet pelari, terutama jarak jauh,” jelasnya.

Senada dengan hal itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Batang Teguh Supriyanto mengungkapkan, bahwa tradisi tahunan di Subah terus bertahan meski berganti nama.

“Namanya berubah-ubah, dulu pernah Wira Wiri Subah. Tapi yang pasti setiap tahun selalu ada event lari,” ungkapnya.

Dari jalur lokal inilah lahir nama-nama besar yang mengharumkan nama bangsa:

  • Hadi Nur Ikhsan: Atlet asal Desa Kemijing, Subah, yang pernah memperkuat kontingen Jawa Tengah di PON XX Papua (meraih medali perunggu 400m putra) dan memegang rekor nasional remaja nomor 1.000 meter.
  • Subur Santoso: Pelari yang membela Indonesia pada Asian Athletics Championships 2015 nomor 100 meter dan mengantongi catatan waktu 10,60 detik pada kualifikasi Porprov 2018.

Daya Tarik Lintas Daerah

Subah Run 2026 kini bertransformasi menjadi magnet bagi sekitar 500 peserta dari berbagai daerah seperti Blora, Demak, Jepara, hingga Semarang. Ajang ini menghadirkan rute berjenjang: 2 KM Kategori Pelajar SD, 5 KM Kategori Umum, 10 KM Kategori Umum & Master.

“Lebih dari sekadar garis finis, Subah Run 2026 adalah ikhtiar merawat sejarah panjang atletik Batang menjaga agar jalanan kampung terus melahirkan generasi pelari baru yang siap menembus panggung dunia,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Editor: Jumadi
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!