HEADLINNEWS.ID – Brebes – Korban meninggal dunia akibat ambruknya Gedung Hogwan di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bertambah menjadi tiga orang. Korban terakhir yang ditemukan Tim SAR Gabungan merupakan seorang lansia berusia 83 tahun.
Peristiwa ambruknya Gedung Hogwan terjadi pada Minggu (30/8/2026). Bangunan tua yang berada di kawasan Jalan Lapangan Asri, Bumiayu, tersebut ambruk secara mendadak hingga material bangunannya menimpa sejumlah rumah warga.
Berdasarkan informasi yang diterima, tiga korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut yakni KNJ (4), KYA (7), dan Kanjat (83).
Dua korban yang masih di bawah umur dituliskan menggunakan inisial untuk menjaga privasi dan perlindungan anak.
Korban terakhir, Kanjat, ditemukan oleh Tim SAR Gabungan saat proses pencarian dan evakuasi di antara material bangunan yang runtuh.
Ambruknya gedung tersebut juga menyebabkan tiga unit rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah. Material bangunan yang berukuran besar dan berat turut menutup akses jalan warga.
Warga bersama petugas dan Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pencarian serta evakuasi di lokasi. Proses tersebut dilakukan secara hati-hati mengingat material bangunan yang runtuh cukup berat dan kondisi lokasi masih berisiko.
Gedung Hogwan dikenal sebagai salah satu bangunan tua di Bumiayu. Bangunan tersebut disebut merupakan peninggalan era kolonial Belanda dan dalam beberapa tahun terakhir dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai tempat latihan olahraga bulu tangkis.
Hingga kini, penyebab pasti ambruknya Gedung Hogwan belum diketahui. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan bangunan tersebut tiba-tiba roboh.
Sementara itu, pendataan terhadap kerusakan rumah warga dan total kerugian materiil masih dilakukan.
Petugas juga masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan kondisi sekitar aman dan memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimpa reruntuhan.

