HEADLINNEWS.ID – KUTOARJO — Di tengah ramainya aktivitas warga di Alun-Alun Kutoarjo pada Sabtu malam (15/8/2026), seorang anak terlihat sibuk menawarkan mainan kepada pengunjung. Namanya Wildan, siswa kelas 6 SD asal Desa Pringgowijayan, Kecamatan Kutoarjo.
Di tangannya, sejumlah kitiran lampu LED menjadi dagangan yang ditawarkan kepada anak-anak. Cahaya warna-warni dari mainan tersebut cukup mencuri perhatian, terutama bagi anak-anak yang datang bersama keluarga.
Malam itu, Wildan mengaku baru mendapatkan enam pembeli. Namun, ia tetap menjalani aktivitas berjualan dengan semangat. Menurutnya, suasana berjualan biasanya jauh lebih ramai ketika malam Minggu dan hari libur.
“Kalau malam Minggu sama hari libur biasanya lebih ramai,” kata Wildan, Sabtu malam (15/8/2026).
Kitiran LED tersebut dibanderol dengan harga Rp15 ribu per buah. Bukan sekadar menjual, Wildan juga ikut terlibat dalam proses pembuatannya. Mainan tersebut dibuat bersama sang bapak sebelum kemudian dibawa untuk dijajakan di sekitar alun-alun.
“Saya membuat sendiri sama bapak,” ujarnya.
Wildan dan bapaknya berjualan di kawasan Alun-Alun Kutoarjo, tetapi berada di lokasi yang berbeda. Dari kegiatan sederhana itu, Wildan mulai mengenal bagaimana sebuah usaha dijalankan, mulai dari membuat barang hingga menawarkannya kepada pembeli.
Ia pun memiliki alasan tersendiri mengapa memilih ikut berjualan.
“Saya jualan untuk membantu orang tua dan menambah uang saku,” tuturnya.
Bagi sebagian orang, kitiran LED mungkin hanya sebuah mainan sederhana. Namun bagi Wildan, setiap kitiran yang terjual menjadi bagian dari proses belajar. Ia belajar berusaha, berkomunikasi dengan pembeli, serta memahami bahwa mendapatkan sesuatu membutuhkan kerja keras.
Di usianya yang masih duduk di kelas 6 SD, Wildan telah menunjukkan semangat untuk membantu keluarga sekaligus belajar mandiri. Bersama sang bapak, ia mengubah keterampilan membuat mainan menjadi sebuah usaha kecil.
Dari Alun-Alun Kutoarjo, kisah Wildan mengingatkan bahwa belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Kadang, pelajaran tentang kerja keras, tanggung jawab, kreativitas, dan menghargai proses justru hadir dari pengalaman sederhana—dari sebuah kitiran lampu LED seharga Rp15 ribu yang dibuat dengan tangan sendiri.

