HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Keracunan massal dilaporkan dialami ratusan siswa dan belasan guru diduga dari makanan yang dikonsumsi melalui Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, para korban yang mengalami keracunan tersebut, sebagian telah pulih dan diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Muhammad Abdul Hakam menjelaskan bahwa pasien yang dirawat boleh pulang dan hampir semuanya kondisinya sudah tidak merasakan gejala.
“Siswa yang menjalani perawatan seluruhnya sudah membaik dan dipulangkan,” ucap dia.
Pasca keracunan yang terjadi, siswa serta guru dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan guna dirawat dengan gejala-gejala tertentu. Berdasarkan informasi, jumlah siswa maupun guru yang keracunan tidak bertambah, korban juga dilaporkan terus membaik serta sembuh dan sudah dipulangkan setelah perawatan.
Tak hanya penanganan terhadap korban keracunan, Dinas Kesehatan Kota Semarang juga memastikan penyelidikan makanan yang diduga memicu keracunan serta melakukan pengawasan lebih lanjut dalam mengantisipasi kasus serupa terjadi.
Pihak Dinas Kesehatan Kota Semarang, Hakam menyebut, data korban yang mengalami keracunan dan telah sembuh terus diperbarui. Untuk memastikan penanganan yang tepat menjamin pemulihan berjalan lancar sampai seluruh pasien dinyatakan sembuh dan dapat kembali beraktivitas.
“Kami telah membentuk Tim Gerak Cepat (TGC) yang bersiaga untuk memantau perkembangan kesehatan para siswa sampai kondisinya tuntas semuanya pulih. Kasus ini juga kami laporkan ke Kementerian Kesehatan yang terus memantau perkembangan proses penanganan,” ucap Hakam.

