HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Ratusan siswa serta belasan guru SMK Negeri 6 Kota Semarang dilaporkan mengalami keracunan makanan yang dikonsumsi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kasus ini, korban keracunan tersebut sempat dirawat di rumah sakit, tetapi kemudian membaik setelah mendapatkan perawatan dan diizinkan pulang.
Kasus keracunan massal ini terjadi diduga dari makanan yang dikonsumsi, makanan tersebut didistribusikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk diberikan bagi siswa dan guru.
Keracunan dirasakan para siswa yang mengalami gejala kesehatan setelah memakan makanan. Setelah sejumlah siswa mengeluhkan sakit, pihak sekolah melakukan langkah segera dengan membawa siswa untuk mendapat perawatan di puskesmas terdekat dan rumah sakit.
Pihak Puskesmas Halmahera datang untuk memantau kondisi siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan. Ada sejumlah siswa atas gejala yang dialami, akhirnya dirujuk untuk memperoleh perawatan di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro.
Namun, informasi terbaru dilaporkan siswa yang dirawat sudah diizinkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Semarang Berti Sagendra menjelaskan bahwa ada ratusan siswa yang merasakan gejala mengalami keracunan. Namun, saat ini telah tertangani dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan baik-baik saja.
“Sebagian siswa mengalami gejala mual, muntah, dan diare. Setelah ada informasi siswa diduga keracunan, kita tindak lanjuti untuk berkoordinasi agar mendapatkan penanganan dengan Puskesmas Halmahera,” jelas dia.
Awalnya, menurut Berti, kasus keracunan dialami sejumlah siswa saja. Akan tetapi, kemudian terus bertambah dan jumlah siswa yang merasakan gejala semakin banyak, serta melaporkan kepada pihak sekolah.
“Yang melaporkan orang tua siswa anaknya diduga mengalami gejala keracunan. Sebelumnya sudah ditangani Puskesmas Halmahera, akan tetapi kemudian ada sebagian yang dibawa ke rumah sakit untuk dirawat,” ucap dia.
Tetapi, pihak sekolah memastikan bahwa saat ini kasus keracunan tersebut telah tertangani. Siswa dan guru yang sempat merasakan gejala kondisinya telah membaik usai mendapatkan perawatan.
Sementara itu, berdasarkan informasi, Dinas Kesehatan Kota Semarang menyampaikan saat ini terus mengumpulkan data mengenai jumlah siswa maupun guru yang menjadi korban keracunan.
Penanganan juga dengan memeriksa sampel makanan yang akan dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Untuk menyelidiki kasus ini, Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan penyelidikan terhadap penyedia makanan, yang didistribusikan oleh SPPG Semarang Timur dan Karangturi.

