Pemprov Jateng Gembleng Penyandang Disabilitas dan Warga Kurang Mampu Jadi Tenaga Kerja Industri

Program pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi untuk mewujudkan pemerataan kesempatan kerja dan mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Tengah.

Achmad Luthfi Khakim
By - Achmad Luthfi Khakim
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus berupaya menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Salah satu program unggulannya adalah pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas dan warga dari keluarga kurang mampu, yang langsung diserap oleh dunia industri.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung pelaksanaan pelatihan operator garmen dan alas kaki angkatan Mei 2026, Selasa (26/5/2026). Sebanyak 300 peserta mengikuti program yang didukung Baznas Jateng, PLN Jateng, serta perusahaan mitra industri.

“Satu angkatan kami latih 300 orang. Termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Setelah selesai pelatihan, mereka langsung siap bekerja di 11 perusahaan mitra,” ujar Ahmad Luthfi.

Pelatihan berlangsung selama 20 hari secara gratis. Peserta tidak hanya mendapatkan materi keterampilan, tetapi juga difasilitasi makan, penginapan, dan antar-jemput. Materi pelatihan dirancang sesuai kebutuhan industri, mulai dari menjahit, pembuatan pakaian, hingga produksi alas kaki. Bahkan, hasil karya peserta dalam waktu singkat sudah layak jual.

Kepala Disperindag Jateng, Julu Emmylia, menjelaskan bahwa lulusan program ini langsung ditempatkan sebagai karyawan tetap di perusahaan mitra dengan gaji sesuai Upah Minimum Regional (UMR).

“Kami pastikan mereka tidak hanya terlatih, tapi juga langsung terserap kerja. Ini bagian dari komitmen kami menciptakan SDM yang kompeten dan berdaya saing,” kata Julu.

Program ini menjadi salah satu solusi Pemprov Jateng menghadapi kebutuhan tenaga kerja industri yang mencapai sekitar 5.000 orang per tahun. Melalui kerja sama dengan program CSR perusahaan, seperti PT Mas Arya, kuota pelatihan berhasil ditingkatkan hingga hampir 700 peserta tambahan.

alah satu peserta, Bina Una Cahyani dari Boyolali, mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Saya tahu dari media sosial. Setelah pelatihan selesai, langsung kerja di PT Mas Arya. Sangat membantu,” ujarnya.

Program pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi untuk mewujudkan pemerataan kesempatan kerja dan mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Tengah.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *