HEADLINNEWS.ID – UNGARAN, Pemerintah Kabupaten Semarang berkomitmen menyelesaikan pengisian seluruh jabatan struktural yang kosong pada tahun ini guna meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilakukan secara murni tanpa unsur jual beli jabatan.
Pernyataan itu disampaikan usai melantik 118 pejabat eselon di lingkungan Pemkab Semarang, di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Ungaran, Kamis (30/7/2026).
“Kami utamakan, mutasi dan promosi PNS di Kabupaten Semarang ini tidak ada jual beli jabatan. Yang paling penting adalah peningkatan kinerja dalam melayani masyarakat,” tegas Bupati.
Pelantikan ini merupakan langkah evaluasi, penyegaran sekaligus pengisian kekosongan jabatan, terutama pada eselon III dan IV yang bersentuhan langsung dengan layanan warga.

Dalam acara tersebut, sejumlah pejabat tinggi pratama eselon II dilantik mengemban tugas baru, antara lain: Petrus Triyono (Kepala Dinas Perhubungan), Budi Rahardjo (Asisten Perekonomian dan Pembangunan), Alexander Gunawan Tribiantoro (Sekretaris DPRD), M Taufiqur Rahman (Kepala Disdikbudpora), serta Muhammad Muslih (Kepala Pelaksana BPBD).
Pada tingkat eselon III dan IV, sejumlah jabatan penting yang diisi antara lain Gogo Widiyatmoko (Camat Bandungan), Muh Adroi (Camat Kaliwungu), Cahya Okta Puspita (Lurah Pringapus), dan Daroji (Lurah Candirejo, Ungaran Barat).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Wenny Maya Kartika melaporkan, hingga saat ini masih tercatat 35 jabatan eselon yang kosong, rinciannya 9 jabatan eselon II, 4 eselon III, dan 22 eselon IV.
Ia menjelaskan, untuk pengisian jabatan tinggi pratama akan dibuka jalur seleksi terbuka sesuai ketentuan berlaku. Seluruh proses pengisian direncanakan tuntas sebelum akhir tahun 2026.
Pada kesempatan bersamaan, turut dilantik 17 pejabat fungsional. Hal ini dilakukan guna memenuhi aturan yang mewajibkan pelantikan analis kebencanaan paling lambat 6 Agustus 2026.

