Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

4 Hari Terbakar, Api Gudang Limbah Brebes Padam tapi Asap Hitam Masih Mengepul

Dedi Agustian
3 Min Read
Asap hitam masih mengepul dari tumpukan limbah di gudang Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes, meski kebakaran telah dinyatakan padam setelah empat hari. (Foto: Istimewa)

HEADLINNEWS.IDBrebes – Kebakaran gudang penyimpanan limbah non-B3 di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, akhirnya padam setelah berlangsung selama empat hari. Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Sejumlah titik di dalam area gudang masih mengeluarkan asap hitam sehingga petugas pemadam kebakaran tetap disiagakan di lokasi.

Kepala Bidang Linmas dan Damkar Satpol PP Brebes, Rafiudin Musa, mengatakan api berhasil dipadamkan pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Pemadaman dilakukan sejak kebakaran pertama kali terjadi pada Sabtu (8/8/2026) siang.

“Tadi jam 10.00 WIB api sudah padam. Tapi masih ada asap hitam di beberapa lokasi dan masih terus didinginkan,” ungkap Rafiudin kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Meski kobaran api telah hilang, asap hitam masih terlihat dari sejumlah bagian tumpukan material. Petugas kemudian melakukan penyemprotan air secara terus-menerus ke titik-titik panas untuk mencegah bara kembali memicu kebakaran.

Material yang terbakar berupa limbah non-B3, antara lain karet, outsole sepatu dan plastik, yang tersimpan dalam jumlah besar. Tumpukan material tersebut membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama karena bara dapat bertahan di bagian dalam meski api di permukaan telah padam.

Petugas juga sebelumnya menggunakan alat berat untuk membongkar tumpukan material. Langkah tersebut dilakukan agar air dapat menjangkau bagian dalam yang masih menyimpan panas dan bara.

Rafiudin mengatakan proses pendinginan masih membutuhkan waktu. Petugas juga bergantung pada kelancaran pasokan air agar proses tersebut dapat dilakukan secara maksimal.

“Kalau air lancar bisa memakan waktu 4 jam pendinginan, untuk memastikan api tidak menyala kembali,” kata dia.

Selama proses pendinginan, armada pemadam kebakaran masih berada di lokasi. Petugas menyemprotkan air ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada kobaran baru.

Rafiudin menegaskan personel belum akan meninggalkan lokasi sebelum kondisi benar-benar dinyatakan aman.

“Kami pastikan dulu kondisi api sudah padam. Baru petugas akan ditarik,” pungkasnya.

Kebakaran gudang tersebut pertama kali terjadi pada Sabtu (8/8/2026) siang. Api dengan cepat membesar dan membakar material yang tersimpan di dalam gudang. Proses pemadaman kemudian berlangsung hingga Selasa pagi.

Selama empat hari, tim pemadam kebakaran bersama personel gabungan melakukan penanganan secara bergantian. Sejumlah armada dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan terhadap material yang terbakar.

Dengan api yang telah dinyatakan padam, perhatian kini beralih pada asap sisa pembakaran dan kondisi material di dalam gudang. Pemeriksaan dan pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang dapat memicu kebakaran kembali.

Selain itu, kondisi lingkungan sekitar juga perlu menjadi perhatian mengingat material yang terbakar menghasilkan asap hitam pekat. Pemantauan terhadap kualitas udara dan dampak sisa pembakaran menjadi bagian penting setelah proses pemadaman selesai.

Editor: Dedi Agustian
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!