HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Perkumpulan Profesional Inovator Kopi Indonesia (PaPIK) akan menggelar Taste The Origin of Nusantara Coffee 2025 pada 25-26 Juli di The Banjoemas Resto and Cafe, kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Acara tersebut mengusung konsep yang memadukan kopi Nusantara dengan kuliner daerah sebagai bagian dari pengalaman mencicipi kopi.
Ketua Umum PaPIK Steve Hidayat mengatakan tema “Taste the Origin” dipilih untuk menghadirkan pemahaman bahwa asal-usul kopi tidak hanya berkaitan dengan wilayah maupun varietas biji kopi, tetapi juga budaya dan kuliner yang berkembang di daerah penghasilnya.
Menurut Steve, The Banjoemas dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena menghadirkan sajian khas Banyumas seperti tempe mendoan, cimplung, dan sroto. Kehadiran kuliner tersebut dinilai melengkapi pengalaman menikmati kopi Nusantara.
“Selama acara nanti, kami ingin mendorong pengunjung untuk merasakan pengalaman yang lebih utuh, menikmati kopi sambil memahami bagaimana makanan tradisional dapat melengkapi karakter cita rasa kopi,” ujar Steve dalam keterangan pers.
Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung dapat mengikuti sejumlah kegiatan, antara lain public cupping, coffee talk, diskusi bisnis, serta sesi networking. Agenda tersebut mempertemukan petani kopi, pelaku industri, roaster, barista, pemilik kafe, importir, eksportir, pelaku UMKM, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Steve mengatakan lokasi penyelenggaraan di kawasan Taman Ismail Marzuki dipilih karena dikenal sebagai pusat kegiatan seni dan budaya. PaPIK juga menilai ruang tersebut dapat mempertemukan pelaku industri kopi dengan komunitas seni dan kalangan akademisi.
Panitia menetapkan harga tiket masuk Rp75.000 per hari atau Rp140.000 untuk dua hari. Sementara itu, paket booth exhibitor ditawarkan mulai Rp950.000 pada periode early bird.
Penyelenggaraan Taste The Origin of Nusantara Coffee 2025 memperlihatkan pendekatan yang menggabungkan kopi dengan kuliner daerah dalam satu kegiatan. Berdasarkan data penyelenggara, konsep tersebut diterapkan melalui pemilihan lokasi, tema acara, serta rangkaian kegiatan yang melibatkan pelaku dari berbagai mata rantai industri kopi, mulai dari petani hingga konsumen.

