Kisah Sukses Sendang Kun Gerit: Sinergi Warga dan Bank Jateng Ciptakan Ekosistem Ekonomi Mandiri

Kesuksesan Sendang Kun Gerit tidak lepas dari campur tangan dan sinergi yang kuat dengan Bank Jateng.

Ria Diana
By
Ria Diana
Penyuka sushi dan semua tentang Jepang.
4 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Dusun Sidorejo, Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah tersebut.

Berstatus sebagai desa dampingan Bank Jateng, kawasan wisata Sendang Kun Gerit berhasil mengoptimalkan potensi lokal hingga mampu menarik rata-rata 20.000 pengunjung setiap bulan.

Berlokasi sekitar 2-3 kilometer dari akses utama Jalan Gemolong–Plupuh, Sendang Kun Gerit menawarkan wisata pemandian mata air alami yang dipadukan dengan berbagai fasilitas pendukung.

Di dalam kawasan ini, pengunjung dapat menikmati Padukuhan Sukowati, waterboom, area pemancingan, villa, glamping, hingga tiga restoran favorit, yakni Resto Kun Gerit, Panguripan, dan Sukowati.

Di balik perkembangannya, Sendang Kun Gerit menerapkan tata kelola yang melibatkan masyarakat secara langsung. Pengembangan kawasan wisata ini dikelola oleh BUMDes dan didanai melalui skema urunan hasil Musyawarah Desa.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.069 investor lokal dari masyarakat Desa Jatibatur turut berpartisipasi dalam pendanaan sekaligus menikmati hasil perputaran ekonomi yang tercipta.

Dampaknya tidak hanya dirasakan para investor desa, tetapi juga pelaku UMKM setempat. Kebutuhan bahan baku kuliner yang dijual di kawasan wisata seluruhnya dipasok oleh masyarakat sekitar.

Skema tersebut menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang manfaatnya langsung dirasakan warga. Setiap bulan, kebutuhan belanja bahan baku di kawasan wisata ini mencapai sedikitnya Rp238 juta.

Tak hanya menjadi destinasi wisata keluarga, Sendang Kun Gerit juga berkembang sebagai pusat kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).

Sepanjang tahun 2026, lebih dari 750 kegiatan berhasil digelar di kawasan ini, mulai dari rapat instansi, workshop, pernikahan, hingga berbagai acara privat.

Dari sisi fasilitas, kawasan wisata ini juga tergolong ramah di kantong. Pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp5.000 untuk menikmati kawasan wisata dan pemandian mata air.

Sementara akses ke waterboom dikenakan tambahan Rp10.000. Bagi wisatawan yang ingin menginap, tersedia pilihan villa dan glamping dengan tarif mulai Rp250.000 per malam.

Aspek keselamatan pun menjadi perhatian utama pengelola. Ranger dan petugas keamanan kolam telah mendapatkan pelatihan bersertifikat dari PMI dan BPBD Kabupaten Sragen. Dukungan peralatan P3K yang memadai serta ambulans siaga turut disiapkan untuk memberikan rasa aman kepada pengunjung.

Berkat fasilitas yang lengkap dan pengelolaan yang profesional, Sendang Kun Gerit kerap menjadi tujuan kunjungan berbagai tokoh penting.

Sejumlah pejabat nasional dan daerah, mulai dari Menteri Wihaji, Bupati Sragen, anggota DPRD Jawa Tengah, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, hingga para influencer dan kreator konten nasional tercatat pernah berkunjung ke kawasan wisata tersebut.

Memasuki musim libur sekolah, pengelola juga menyiapkan promo khusus berupa potongan harga tiket bagi rombongan sekolah dan instansi pendidikan.

Kesuksesan Sendang Kun Gerit tidak dapat dilepaskan dari sinergi yang terbangun bersama Bank Jateng sebagai mitra pendamping.

Menurut Pengelola Sendang Kun Gerit, Sugiman Totok, dukungan Bank Jateng hadir tidak hanya dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga penguatan tata kelola dan digitalisasi ekonomi desa.

“Kehadiran Bank Jateng membawa dampak yang sangat besar bagi kemajuan Sendang Kun Gerit. Sebagai desa dampingan, kami mendapatkan dukungan infrastruktur melalui program CSR, salah satunya pembangunan pendopo yang kini menjadi pusat berbagai kegiatan. Selain itu, penerapan QRIS Bank Jateng membuat transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan,” ujar Sugiman.

Pendopo yang dibangun melalui dana CSR Bank Jateng kini menjadi salah satu fasilitas strategis yang menopang aktivitas ekonomi kawasan.

Sementara penerapan QRIS Bank Jateng telah mendorong percepatan digitalisasi transaksi di seluruh area wisata, mulai dari pembelian tiket, kuliner, hingga layanan penginapan.

Lebih dari sekadar lembaga perbankan, Bank Jateng hadir sebagai mitra pembangunan yang ikut menggerakkan roda perekonomian desa.

Melalui pendampingan berkelanjutan, dukungan infrastruktur, serta perluasan layanan keuangan digital, Bank Jateng turut berperan dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif, memperkuat kemandirian masyarakat, dan menjadikan Sendang Kun Gerit sebagai contoh sukses kolaborasi antara sektor perbankan dan desa wisata di Jawa Tengah.

Share This Article
Follow:
Penyuka sushi dan semua tentang Jepang.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *