Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Sejarah GMNI: Berdiri Sejak 1954, Bertahan Melewati Empat Era

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read

HEADLINNEWS.IDGerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) resmi berdiri pada 23 Maret 1954 di Surabaya melalui peleburan tiga organisasi mahasiswa yang sama-sama berlandaskan Marhaenisme. Organisasi ini lahir dari upaya menyatukan gerakan mahasiswa nasionalis di Indonesia.

Peleburan tersebut melibatkan Gerakan Mahasiswa Marhaenis yang berpusat di Yogyakarta, Gerakan Mahasiswa Merdeka di Surabaya, serta Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia di Jakarta. Gagasan penyatuan mulai berkembang setelah pergantian kepengurusan GMDI pada awal September 1953 dan berujung pada deklarasi resmi GMNI pada 23 Maret 1954.

Pada masa Orde Lama, GMNI berkembang menjadi salah satu organisasi kemahasiswaan yang berpengaruh. Organisasi ini dikenal aktif mendukung kebijakan pemerintah saat itu, mengusung gerakan anti-imperialisme, serta menyebarkan gagasan nasionalisme di lingkungan mahasiswa.

Memasuki era Orde Baru, GMNI menghadapi tekanan politik setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965. Kebijakan depolitisasi kampus membatasi aktivitas organisasi mahasiswa, namun GMNI tetap bertahan dan kembali melakukan konsolidasi di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Gadjah Mada pada dekade 1970-an hingga awal 1980-an.

Setelah Reformasi 1998, GMNI berkembang sebagai organisasi mahasiswa ekstrakampus yang bergerak secara independen. Saat ini organisasi tersebut memiliki ratusan cabang di tingkat kota dan kabupaten di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam aktivitasnya, GMNI berfokus pada pengawalan kebijakan publik, pendidikan kader, serta advokasi masyarakat yang mengacu pada nilai-nilai kerakyatan.

Data sumber menunjukkan perjalanan GMNI dipengaruhi perubahan situasi politik nasional sejak masa Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi. Perubahan tersebut turut memengaruhi ruang gerak organisasi, mulai dari masa pertumbuhan, periode pembatasan aktivitas, hingga berkembang kembali sebagai organisasi mahasiswa ekstrakampus dengan jaringan cabang di berbagai daerah.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!