HEADLINNEWS.ID – KUTOARJO – Komitmen menghadirkan pendidikan yang merata terus diwujudkan SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo melalui pelaksanaan Program SMK Mitra. Program yang merupakan kolaborasi antara pemerintah dan sekolah swasta ini memberikan kesempatan bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan tanpa dibebani biaya SPP hingga lulus.
Kepala SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo, Tri Yulianto, mengatakan Program SMK Mitra menjadi salah satu bentuk dukungan sekolah terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi calon peserta didik yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri.
“Melalui program ini kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Kendala ekonomi tidak boleh menjadi alasan seseorang berhenti sekolah. Karena itu, peserta didik yang lolos melalui jalur afirmasi dibebaskan dari biaya SPP sejak kelas X hingga kelas XII,” ungkap Tri Yulianto, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, proses penerimaan peserta Program SMK Mitra terintegrasi dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara daring. Seleksi dilakukan berdasarkan data kesejahteraan sosial dengan sasaran utama calon siswa yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4.
Untuk menjaga ketepatan sasaran, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jawa Tengah turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program. Salah satunya melalui verifikasi lapangan dan kunjungan ke rumah peserta didik guna memastikan kondisi ekonomi serta perkembangan siswa selama mengikuti pendidikan.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo memperoleh kuota sebanyak 36 peserta didik. Hingga awal tahun ajaran baru, sebanyak 35 kuota telah terisi oleh siswa yang memenuhi persyaratan jalur afirmasi.
Keberlangsungan Program SMK Mitra didukung pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa bantuan operasional sebesar Rp2 juta per siswa setiap tahun yang disalurkan secara bertahap kepada sekolah.
Meski seluruh biaya pendidikan dan SPP ditanggung melalui program tersebut, kebutuhan pribadi seperti pengadaan seragam sekolah tetap menjadi tanggung jawab peserta didik sesuai ketentuan yang berlaku bagi seluruh siswa.
Dengan adanya Program SMK Mitra, SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo berharap semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK. Selain menekan angka putus sekolah, program ini juga diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

