Video Kaos Satir Emas Monas dan Jaksa Viral di Threads

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Sebuah video yang menampilkan desain kaos berisi ilustrasi satir mengenai emas Monas, jaksa, dan rakyat menjadi perbincangan di Threads. Unggahan ulang akun @theyufar itu menarik perhatian karena memadukan visual kritik sosial dengan iringan lagu nasional “Ibu Pertiwi”.

Video tersebut memperlihatkan desain sablon pada bagian belakang kaos hitam yang terdiri atas tiga panel ilustrasi. Dalam rekaman itu, tangan seseorang menunjuk setiap panel secara berurutan untuk menampilkan pesan yang terkandung di dalamnya.

Panel pertama menampilkan ilustrasi Tugu Monas bertuliskan “MONAS” dengan keterangan “EMAS 72 kg”. Panel berikutnya memperlihatkan karikatur pria berseragam aparat penegak hukum berlatar tumpukan emas batangan, disertai tulisan “JAKSA” dan keterangan “EMAS 74 kg”.

Panel terakhir menampilkan ilustrasi seorang pria yang tertunduk sambil mengusap air mata. Di bagian atas tertulis “RAKYAT”, sedangkan bagian bawah memuat pelesetan kalimat “EMAS-IH MISKIN”.

Video itu diiringi lagu nasional “Ibu Pertiwi”, khususnya penggalan lirik “Kulihat ibu pertiwi… sedang bersusah hati…”. Penggunaan audio tersebut memperkuat nuansa kritik sosial yang ditampilkan melalui desain pada kaos.

Unggahan ulang itu berasal dari akun Threads @theyufar dengan mencantumkan kredit kepada kreator diksi.deep. Dalam keterangannya, akun tersebut menulis, “Gileee, monas aja sampe kalah.. 😌”.

Menurut data sumber, kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi tanggapan warganet yang mengaku merasa terwakili oleh kritik sosial yang disampaikan melalui desain fesyen dan video singkat tersebut.

Belum ada keterangan lebih lanjut dalam sumber mengenai tanggapan pihak lain terkait unggahan yang menjadi perhatian publik tersebut.

Video tersebut menunjukkan bagaimana desain fesyen dan konten video singkat dimanfaatkan sebagai medium penyampaian kritik sosial. Berdasarkan data sumber, perhatian publik tidak hanya dipicu oleh ilustrasi pada kaos, tetapi juga oleh penggunaan lagu “Ibu Pertiwi” serta narasi yang memperkuat pesan mengenai ketimpangan sosial dan hukum.

Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *