Polisi Tes Urine Pemotor Ninja Usai Aniaya Pengendara di Jagakarsa

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read

HEADLINNEWS.IDJAKARTA, Polisi melakukan tes urine terhadap FRS (37), pengendara sepeda motor Kawasaki Ninja yang diduga memukul pemotor lain di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pemeriksaan itu dilakukan bersamaan dengan proses penyidikan untuk memastikan ada atau tidaknya penggunaan narkoba.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan pemeriksaan tersebut masih berlangsung. Hasil tes urine, menurutnya, akan disampaikan setelah proses pengecekan selesai.

Orangnya (pelaku) juga agak-agak bingung. Makanya lagi dicek urine ya, kita cek urine,” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi saat dihubungi wartawan, Senin (6/7/2026).

Bang Jago pelaku pemukulan pemotor di Jagakarsa, Jaksel, ditangkap. (Dok. Istimewa)
Bang Jago pelaku pemukulan pemotor di Jagakarsa, Jaksel, ditangkap. (Dok. Istimewa)

Nurma menjelaskan tes urine dilakukan untuk mengetahui apakah pelaku mengonsumsi narkoba.

Iya (untuk tes narkoba) dites urine. Nanti positif atau tidaknya saya infokan lagi,” ujarnya.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Berdasarkan keterangan polisi, insiden bermula ketika korban merasa sepeda motornya beberapa kali ditabrak oleh pelaku.

Korban kemudian menegur pelaku. Namun, teguran tersebut justru memicu dugaan tindak kekerasan.

Namun bukannya meminta maaf, pelaku malah melakukan pemukulan terhadap korban,” jelas Nurma.

Polisi menyebut pelaku memukul korban menggunakan tangan kosong yang dikepal. Pukulan beberapa kali mengenai rahang kiri korban hingga menyebabkan memar dan rasa sakit pada bagian tersebut.

Setelah menerima laporan dan melakukan penyelidikan, anggota Polsek Jagakarsa mengamankan FRS di Jalan Raya depan Masjid Al-Wiqoyah ketika sedang melaksanakan observasi kewilayahan. Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Jagakarsa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tes urine menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan penyidik terhadap FRS setelah dugaan penganiayaan di Jagakarsa. Berdasarkan data yang tersedia, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya indikasi penggunaan narkoba oleh pelaku. Sementara itu, proses penyidikan atas dugaan pemukulan tetap berjalan berdasarkan kronologi kejadian, keterangan polisi, serta kondisi korban yang mengalami memar dan nyeri pada rahang kiri.

Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *