HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Kasus dugaan penggelapan sound system yang dilaporkan untuk ditangani Polsek Bandungan, sejak dua tahun lalu tetapi hingga saat ini masih tidak ada hasil. Korban melaporkan kasus ini dengan kerugian yang mencapai sekitar Rp 800 juta.
Namun, dua tahun laporan tersebut dilaporkan ke polisi, proses penanganan tidak membuahkan hasil, serta barang bukti juga tidak disita.
Organisasi non profit Bandungan Crisis Centre (BCC) yang bergerak dibidang pendampingan permasalahan hukum, pertanahan untuk masyarakat, mendesak agar Unit Reskrim Polsek Bandungan segera menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap terlapor yakni WAC, warga Bandungan Kabupaten Semarang dalam dugaan perkara penggelapan sound system tersebut.
Ketua BCC Havid Sungkar mengatakan, penanganan yang dilakukan dalam kasus tersebut berjalan dengan lambat. Selain mendesak tersangka ditahan, korban juga menginginkan barang bukti dapat diamankan.
“Kami mendesak agar segera ada penetapan tersangka dugaan penggelapan an beserta penadahnya, serta segera dilakukan penyitaan barang bukti. Sebab, laporan korban sudah ada, barang bukti ada,” kata Havid, Minggu (12/7).
Penanganan untuk penyelesaian perkara, menurut Havid, tidak hanya penahanan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku, tetapi juga mencegah pihak tersangka melakukan upaya untuk menghilangkan barang bukti.
Menurutnya, oknum yang dilaporkan terdiri dari berbagai pihak beranggotakan orang-orang berduit dan dikhawatirkan dapat bermain untuk persekongkolan agar barang bukti tidak ditemukan.
“Saya merasa ada sesuatu dengan lambatnya proses ini. Kami akan bersurat Ke Kapolri dan Kapolda terkait penanganan yang lambat ini,” ucap Havid.
Karena itu, Havid berharap, kasus tersebut ditangani segera dan aparat penegak hukum lebih cepat serta tanggap dalam menangani setiap kasus hukum.
Terduga tersangka sebagai pihak yang dilaporkan dalam kasus ini merupakan teknisi sound system yang menjadi karyawan dan sempat bekerja dengan korban. Sedangkan pelapor adalah SK (45) warga Bandungan seorang mantan pengusaha karaoke.

