HEADLINNEWS.ID – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Demak menggelar Gladi Tangguh Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka) 2026 sebagai upaya mencetak relawan muda yang tangguh, terampil, dan siap diterjunkan dalam penanganan bencana maupun aksi kemanusiaan.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 30 Juni hingga 5 Juli 2026 ini diikuti oleh 20 Pramuka Penegak terpilih dari berbagai wilayah di Kabupaten Demak.
Gladi Tangguh ini dirancang untuk membentuk kader Ubaloka yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan teknis, mental, serta jiwa kepedulian sosial yang tinggi.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi terpadu yang memadukan pembelajaran teori di kelas dengan praktik langsung melalui simulasi kondisi kedaruratan di lapangan.
Untuk memperkuat kualitas pelatihan, Kwarcab Demak menggandeng sembilan instansi dan organisasi kemanusiaan sebagai instruktur. TNI memberikan materi navigasi darat menggunakan peta dan kompas, sementara Polri melatih kemampuan mountaineering.
Basarnas membekali peserta dengan teknik penyelamatan di air (water rescue), BPBD Kabupaten Demak memberikan materi manajemen risiko dan kebencanaan, dan PMI melatih pertolongan pertama pada korban.
Selain itu, Damkar mengajarkan teknik penanganan kebakaran, Tagana membekali peserta dengan manajemen dapur umum, Pramuka Peduli menanamkan nilai-nilai kerelawanan, serta Dinas Kesehatan memberikan pelatihan kesehatan lapangan dan higienitas.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Demak, Fahrudin Bisri Slamet, SE, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas dukungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, Damkar, Tagana, Pramuka Peduli, dan Dinas Kesehatan. Dengan kurikulum yang lengkap ini, 20 Pramuka Penegak dipersiapkan menjadi garda depan kemanusiaan yang siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam kondisi darurat apa pun,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Gladi Tangguh Ubaloka menjadi wadah strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki karakter kepemimpinan, tetapi juga kompetensi di bidang kerelawanan dan penanggulangan bencana.
“Kami mengapresiasi Kwarcab Pramuka Demak yang konsisten membina generasi muda melalui kegiatan seperti ini. Pelatihan ini menjadi bekal penting agar para Pramuka Penegak memiliki keterampilan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Endah.
“Harapan saya, mereka dapat menjadi relawan muda yang profesional, berkarakter, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat Demak,” tambahnya.
Hingga pertengahan pelaksanaan, seluruh peserta terus menjalani rangkaian pelatihan dengan disiplin dan menjaga kondisi fisik.
Mereka yang dinyatakan lulus seluruh tahapan pada 5 Juli 2026 akan resmi dikukuhkan sebagai anggota Ubaloka Kwarcab Demak, dan siap mengabdi sebagai relawan garda terdepan dalam bidang kebencanaan dan kemanusiaan di Kabupaten Demak.

