Taufik Hidayat Ditahan di Sel Khusus Usai Sekap Pacar

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read
- Ilustrasi

HEADLINNEWS.IDPolisi menangkap Taufik Hidayat (30), pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29) di Bandung selama tiga tahun. Tersangka kini ditahan di sel khusus Polda Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan tersangka ditempatkan di sel khusus dengan pengawasan ketat. “Kita lakukan penahanan di sel khusus, yang kita sudah pasang CCTV-nya dan berada sendiri serta dalam pengawasan,” ujar Rudi, dikutip Rabu (24/6/2026).

Rudi menyebut kondisi tersangka saat ini dinyatakan sehat setelah menjalani pemeriksaan awal. Polisi juga melakukan tes narkoba yang hasilnya negatif.

“Tes narkoba sudah keluar tadi hasilnya, negatif. Tersangka hanya mengakui habis minum sejenis anggur,” kata Rudi. Ia menambahkan, hasil pemeriksaan awal menyimpulkan tersangka siap menjalani proses hukum lanjutan.

Penyidik juga akan melibatkan ahli kejiwaan untuk mendalami kondisi psikologis Taufik. “Pemeriksaan-pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, termasuk juga melibatkan beberapa ahli, ahli kejiwaan supaya kita mempunyai data awal bagaimana kondisi kejiwaan tersangka,” ujar Rudi.

Kasus ini bermula dari dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR di sebuah kos di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Peristiwa tersebut diduga berlangsung selama kurang lebih tiga tahun.

Korban baru terungkap setelah ditemukan dalam kondisi kritis di rumah sakit. Keluarga menyebut YTR sempat hilang kontak sejak lama sebelum muncul informasi keberadaannya di Instalasi Gawat Darurat RSHS Bandung.

Pengungkapan kasus terjadi pada 12 Juni 2026, saat keluarga korban menerima pesan WhatsApp dari pihak tak dikenal yang menginformasikan keberadaan YTR di rumah sakit.

Selama masa penyekapan, korban diduga mengalami kekerasan berulang. Polisi menyebut kekerasan dilakukan dengan tangan kosong, benda tumpul, hingga senjata tajam yang menyebabkan luka di kepala, wajah, dan kaki.

Kasus ini menunjukkan adanya dugaan kekerasan domestik berkepanjangan yang tidak terdeteksi dalam waktu lama. Pengawasan lingkungan kos dan respons dini terhadap laporan orang hilang menjadi sorotan. Pendalaman kejiwaan tersangka juga menjadi kunci untuk memahami pola kekerasan yang terjadi.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!