SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Ayam Lokal Dua Kali Seminggu

Witarto
By
Witarto
3 Min Read
Oleh: Witarto

HEADLINNEWS.ID, SEMARANG – Seluruh Satuan Pelayanan dan Pengelola Gizi (SPPG) di Jawa Tengah wajib menyajikan menu berbasis telur dan daging ayam masing-masing dua kali dalam seminggu. Ketentuan ini tertuang dalam Komitmen Bersama Penyerapan Telur dan Daging Ayam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditandatangani Jumat, 19 Juni 2026 di Semarang, dipimpin langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Kesepakatan ini merupakan hasil pembahasan lanjutan antara Pemprov Jateng, Badan Gizi Nasional (BGN), asosiasi, serta koperasi peternak untuk menjamin pasokan sekaligus memberi kepastian pasar bagi peternak lokal.

Ada tiga poin utama yang disepakati:

Menu MBG di Jawa Tengah menggunakan telur dan ayam masing-masing dua kali seminggu;

​Pasokan disediakan langsung oleh asosiasi dan koperasi peternak sesuai standar kualitas yang ditetapkan;

​Pembelian dilakukan langsung dari peternak dengan harga patokan: telur Rp26.000 per kilogram, daging ayam karkas Rp35.000 per kilogram atau setara Rp20.000 per kilogram berat hidup.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan, aturan ini bersifat mengikat bagi seluruh penyelenggara program. “SPPG di Jawa Tengah harus membeli dari asosiasi atau koperasi lokal, agar manfaat ekonomi program ini benar-benar dirasakan peternak daerah,” ujarnya. Pengawasan akan dilakukan hingga tingkat kabupaten/kota untuk menjaga kestabilan harga dan mencegah disparitas.

Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, menyebut kesepakatan ini menyeragamkan penerapan menu yang sebelumnya beragam di tiap SPPG. BGN juga menegaskan akan menertibkan pihak yang tidak taat aturan, termasuk pembelian di bawah harga acuan. “Kita terima semua aduan demi pelaksanaan sesuai petunjuk teknis,” tambahnya.

Dari sisi peternak, Ketua KPUS Jateng Suwardi menyambut baik langkah ini. Jawa Tengah memiliki populasi ayam petelur sekitar 39 juta ekor dengan produksi telur 2.200 ton/hari—melebihi kebutuhan lokal 1.400 ton/hari. Dengan sekitar 4.000 SPPG, penyerapan diperkirakan mencapai 7–8% dari total produksi atau sekitar 1.050 ton per minggu.

Sementara itu, Ketua Pinsar Jateng Susilo berharap intervensi ini mengangkat harga ayam yang saat ini masih di bawah HPP (Rp20.000/kg), yaitu baru sekitar Rp17.000/kg akibat kelebihan pasokan. “Penyerapan lewat MBG diharapkan mengurangi kelebihan stok agar harga kembali wajar dan peternak tidak rugi,” ujarnya.

Dengan komitmen ini, pelaksanaan MBG di Jawa Tengah kini memasuki tahap penguatan tata kelola—menyeimbangkan pemenuhan gizi penerima manfaat sekaligus menjaga roda ekonomi peternak tetap berputar di daerah.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!