HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melanjutkan kembali fasilitas sekolah gratis yang diberikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sebanyak 139 sekolah ditunjuk untuk menjadi SMA/SMK yang menampung anak-anak kurang beruntung tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertemu langsung untuk mengecek pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti para siswa baru, di SMA Laboratorium Universitas PGRI Semarang (Upgris) pada Senin (13/7).
Gubernur Luthfi menegaskan bahwa seluruh anak-anak di Jawa Tengah tidak boleh putus sekolah, melainkan pemerintah hadir untuk memberikan jaminan bagi masa depan mereka.
“Mereka tidak boleh putus sekolah, harus lanjut memperoleh pendidikan. Kalian yang punya masa depan, masa depan milik kalian tidak usah berkecil hati,” ucap Luthfi.
Fasilitas sekolah gratis tersebut terus diberikan pemerintah untuk membantu anak-anak yang kesulitan biaya maupun dari keluarga kurang mampu tetap berhak atas pendidikan berkualitas serta gratis.
Karena itu, Gubernur Luthfi mengatakan, sekolah gratis ke depannya disediakan dan termasuk penyelenggaraan juga akan ditingkatkan, agar seluruh anak-anak serta keluarga di Jawa Tengah wajib mendapatkan pendidikan dan mengurangi angka putus sekolah.
“Jadi, kita titipkan di seluruh sekolah-sekolah di Jawa Tengah. Anak-anak yang kurang mampu berhak mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk menggapai masa depan yang lebih baik,” ucap Gubernur Ahmad Luthfi.
Melalui sekolah gratis, sebagai program yang telah digulirkan sejak 2025 pemerintah menunjuk ratusan sekolah untuk menyediakan sekolah gratis bagi anak-anak yang kurang mampu dalam memperoleh pendidikan jenjang SMA/SMK.

