Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Trump Serang Netanyahu Soal MoU AS-Iran dan Operasi Soleimani

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
5 Min Read

HEADLINNEWS.IDPresiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak memiliki alasan untuk mengkritik nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran. Trump menyinggung keputusan Israel yang mundur dari operasi gabungan AS-Israel untuk membunuh komandan Pasukan Quds Iran, Qassem Soleimani, pada 2020.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers di sela-sela KTT G7 di Prancis pada Rabu. Trump mengatakan sikap Israel saat ini terkait negosiasi dengan Iran harus mempertimbangkan keputusan masa lalu negara tersebut.

Trump kembali mengungkit operasi terhadap Soleimani, tokoh senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang akhirnya dilakukan Amerika Serikat tanpa keterlibatan langsung Israel.

“Israel sangat baik kepada saya, tetapi mereka tidak ingin melakukan serangan itu,” kata Trump seperti dikutip dalam pernyataannya yang diterima KoMiC News, Kamis (18/6/2026).

Trump menyebut Israel awalnya siap terlibat dalam operasi tersebut, tetapi kemudian membatalkan partisipasinya. Ia mengatakan keputusan untuk melanjutkan operasi akhirnya diambil pemerintah AS.

“Israel sudah siap pada malam sebelum serangan. Kemudian mereka memberi tahu saya bahwa mereka tidak ingin melakukannya,” ujar Trump.

Selain membahas Soleimani, Trump juga mengkritik operasi militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon. Ia meminta Netanyahu mengurangi intensitas serangan terhadap kelompok yang didukung Iran tersebut.

“Bibi Netanyahu adalah orang baik, tetapi terkadang dia sedikit terlalu bersemangat,” kata Trump merujuk kepada perdana menteri Israel itu.

Trump menyebut dirinya telah meminta Netanyahu agar lebih berhati-hati dalam operasi militer di Lebanon.

“Saya katakan, Anda bisa sedikit lebih lunak, Bibi. Anda tidak perlu merobohkan bangunan setiap kali seseorang dari Hizbullah masuk ke dalamnya,” ujar Trump.

Hubungan Washington dan Tel Aviv mengalami ketegangan setelah AS mendorong kesepakatan dengan Iran yang mencakup isu keamanan kawasan, termasuk Lebanon.

Israel menentang MoU AS-Iran karena menilai kesepakatan tersebut belum cukup menjamin penghentian ancaman nuklir Iran.

Dalam kesepakatan itu, Iran disebut hanya berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir. Teheran juga membuka kemungkinan pembahasan lanjutan terkait konsesi tambahan dalam dua bulan berikutnya.

Seorang pejabat senior AS menyatakan Washington berharap Iran dapat menahan aktivitas Hizbullah. Jika kelompok tersebut kembali melakukan serangan, Israel tetap memiliki ruang untuk melakukan tindakan militer.

Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan meminta Netanyahu secara bertahap menarik pasukan Israel dari wilayah Lebanon selatan. Namun, Netanyahu menolak permintaan tersebut dan menyatakan militer Israel akan tetap bertindak dengan pendekatan yang lebih terukur.

Dalam konferensi pers yang sama, Trump mengatakan pemerintah Suriah yang baru terbentuk seharusnya mengambil peran dalam menghadapi Hizbullah.

Menurut Trump, bukan hanya Israel yang harus bertanggung jawab menghadapi kelompok bersenjata tersebut.

Gagasan itu mendapat penolakan dari sejumlah pihak di kawasan karena dianggap dapat meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintahan baru Suriah serta memperumit hubungan Lebanon dan Israel.

Trump juga menyinggung situasi di Jalur Gaza. Ia mengklaim kebijakan pemerintahannya membuat Hamas lebih terkendali setelah kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera yang dimediasi AS.

“Lihat pekerjaan yang telah kami lakukan di Gaza. Hamas sangat diam. Anda belum membaca apa pun tentang Hamas,” kata Trump.

Namun, Israel menyatakan Hamas masih membangun kembali kekuatan militernya di Gaza.

Kesepakatan gencatan senjata sebelumnya mengalami hambatan setelah Hamas dan Israel tidak mencapai kesepakatan mengenai tahap lanjutan, termasuk isu perlucutan senjata dan penarikan pasukan.

Trump juga menyebut Uni Emirat Arab (UEA) ikut melakukan serangan terhadap Iran. Klaim tersebut belum dikonfirmasi secara terbuka oleh pemerintah Abu Dhabi.

Trump memuji Presiden UEA Mohammed bin Zayed dan menyebutnya sebagai pemimpin yang aktif dalam operasi tersebut.

“Dia menjatuhkan bom minggu lalu. Saya bertanya siapa yang menjatuhkan semua bom itu? Itu UEA,” ujar Trump.

Pernyataan Trump menunjukkan meningkatnya jarak antara Washington dan pemerintah Netanyahu terkait strategi menghadapi Iran serta Hizbullah.

MoU AS-Iran menjadi titik konflik utama karena Israel menginginkan tekanan maksimal terhadap Teheran, sementara pemerintahan Trump memilih jalur negosiasi untuk membatasi program nuklir Iran.

Sikap Trump terhadap Netanyahu juga menunjukkan perubahan pendekatan. Presiden AS itu tetap menyebut Israel sebagai sekutu, tetapi mulai terbuka mengkritik operasi militer Israel yang dianggap dapat mengganggu agenda diplomasi regional.

Perkembangan berikutnya akan bergantung pada implementasi MoU AS-Iran, respons Iran terhadap tekanan AS, serta keputusan Israel terkait operasi militernya di Lebanon dan Gaza.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!