HEADLINNEWS.ID – UNGARAN – Pengaduan terkait kerusakan dan kondisi infrastruktur jalan menjadi keluhan terbanyak yang diterima Pemerintah Kabupaten Semarang selama semester I tahun 2026 melalui tiga kanal layanan pengaduan resmi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Semarang Petrus Triyono menyampaikan, total terdapat 217 pengaduan yang masuk periode Januari–Juni 2026 melalui SP4N-LAPOR (kerja sama Kementerian Dalam Negeri), LaporGub (Pemerintah Provinsi Jawa Tengah), serta Lapor Bupati Semarang.
“Dari jumlah tersebut, 49 pengaduan atau setara 22,6 persen berkaitan dengan infrastruktur jalan, menjadi jenis keluhan yang paling dominan,” ujarnya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik di Ruang Command Center Kompleks Kantor Bupati Semarang, Ungaran, Selasa (14/7/2026).
Urutan keluhan terbanyak berikutnya adalah pelayanan air bersih PDAM sebanyak 17 aduan (7,8 persen), infrastruktur lalu lintas 15 aduan (6,9 persen), ketertiban umum 12 aduan (5,5 persen), serta perizinan dan lingkungan hidup masing-masing 10 aduan (4,6 persen).
Sisanya meliputi pengaduan kepegawaian 9 aduan, bantuan sosial 7 aduan, serta ketenagakerjaan, sosial kemasyarakatan, penanganan bencana dan perumahan masing-masing 6 aduan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Semarang Hj Nur Arifah yang membacakan sambutan tertulis Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menegaskan seluruh pengaduan warga wajib ditanggapi secara cepat, informatif, dan disertai kepastian langkah tindak lanjut penyelesaian.
“Masyarakat melihat respon keseluruhan Pemkab Semarang, bukan sekadar batasan kewenangan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sinergi antar instansi mutlak diperlukan,” tegasnya.
Narasumber sekaligus Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Kabupaten Semarang Khairul Aulia menyampaikan data menunjukkan warga lebih memilih kanal pengaduan tingkat lokal. Sepanjang semester I 2026, Lapor Bupati menerima 58 pengaduan, LaporGub 137 pengaduan, sedangkan SP4N-LAPOR tingkat pusat hanya 22 pengaduan.
“Tingkat responsivitas terhadap pengaduan sangat mempengaruhi kepercayaan dan pilihan warga dalam menyampaikan keluhan,” tambahnya.
Bimtek bertema “Membangun Sinergi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik yang Responsif” ini diikuti oleh 46 pengelola pengaduan dari berbagai OPD serta satu perwakilan dari PDAM Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antar instansi agar penanganan keluhan warga berjalan lebih efektif dan cepat.

