HEADLINNEWS.ID – Persoalan sampah di Jawa Tengah tidak hanya menjadi tantangan lingkungan, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai sumber energi alternatif.
Dengan volume sampah yang mencapai sekitar 6,4 juta ton per tahun, limbah rumah tangga dan perkotaan dinilai dapat diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengatakan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) perlu didorong sebagai solusi untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi.
“Pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan solusi yang sangat baik untuk menjawab persoalan sampah sekaligus mendukung energi ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurut Saleh, pengelolaan sampah tidak lagi cukup berfokus pada pembuangan akhir. Dengan teknologi yang tepat, sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Ia menyambut baik rencana pembangunan fasilitas PSEL berbasis kawasan aglomerasi di Jawa Tengah, antara lain di Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.

Selain itu, ia mengapresiasi penerapan sistem refuse derived fuel (RDF) di sejumlah daerah yang memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar alternatif bagi industri semen.
Meski demikian, Saleh menegaskan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak bisa hanya mengandalkan teknologi.
Menurutnya, pengurangan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah sejak sumbernya.
Ia juga mendorong penguatan peran bank sampah di desa dan kelurahan sebagai sarana edukasi sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kalau pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, bukan hanya lingkungan menjadi bersih, tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Saleh menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan masyarakat agar penanganannya berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Harapannya sinergi seluruh pihak terus diperkuat agar persoalan sampah dapat tertangani dengan baik sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” pungkasnya.

