Sinergi BI-Pemerintah Bisa Jaga Nilai Tukar Rupiah

Kenaikan BI Rate lebih tepat dilihat sebagai langkah untuk meredam tekanan jangka pendek, bukan solusi tunggal untuk memulihkan rupiah.

Mugi Imaning Tyas
2 Min Read
Istimewa

HEADLINNEWS.ID – Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede mengingatkan bahwa kenaikan suku bunga acuan bukanlah solusi tunggal untuk mengembalikan penguatan rupiah.

Efektivitas kebijakan tersebut sangat bergantung pada sejumlah faktor pendukung yang turut menentukan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

“Karena itu, kenaikan BI Rate lebih tepat dilihat sebagai langkah untuk meredam tekanan jangka pendek, bukan solusi tunggal untuk memulihkan rupiah,” kata Joshua dalam keterangan tertulis dilansir Selasa (16/6/2026).

Josua menekankan setidaknya terdapat tiga syarat utama agar kenaikan BI Rate mampu memberikan dampak optimal terhadap stabilisasi rupiah. 

Pertama, kenaikan suku bunga harus mampu menarik kembali aliran dana asing ke instrumen keuangan domestik, terutama Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Masuknya kembali modal asing akan membantu memperkuat permintaan terhadap rupiah dan mengurangi tekanan di pasar valas.

Kedua, diperlukan koordinasi yang kuat antara BI dan pemerintah dalam menjaga stabilitas likuiditas sektor keuangan.

Menurut Josua, pengetatan kebijakan moneter harus diimbangi dengan langkah-langkah yang memastikan likuiditas perbankan tetap memadai sehingga tidak menghambat penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi.

Ketiga, pemerintah perlu memperkuat kepercayaan pasar melalui disiplin fiskal, komunikasi kebijakan yang jelas, serta konsistensi dalam menjaga iklim investasi.

Faktor-faktor tersebut dinilai menjadi elemen penting yang akan menentukan persepsi investor terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.

“Jika tiga hal ini berjalan, rupiah berpeluang lebih stabil. Jika tidak, kenaikan suku bunga hanya akan membeli waktu dengan biaya yang semakin mahal,” tegasnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!