HEADLINNEWS.ID – Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai Indonesia perlu mengapresiasi tercapainya kesepahaman antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghentikan eskalasi konflik serta membuka kembali jalur diplomasi di kawasan Timur Tengah.
Amelia mengatakan perkembangan tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang Indonesia, yakni mendukung perdamaian, menolak perang, dan mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi.
“Kesepahaman itu merupakan perkembangan positif, bukan hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dan kepentingan dunia yang lebih luas,” kata Amelia Anggraini, Anggota Komisi I DPR RI, di Jakarta, Selasa.
Menurut Amelia, setiap langkah yang mengarah pada penghentian permusuhan, perlindungan warga sipil, serta jaminan kebebasan navigasi internasional layak mendapat dukungan dari komunitas global.
Ia menegaskan stabilitas kawasan Teluk memiliki dampak langsung terhadap rantai pasok global, harga energi, perdagangan internasional, hingga kondisi ekonomi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Meski demikian, Amelia mengingatkan bahwa kesepakatan tersebut harus diikuti komitmen nyata dari seluruh pihak yang terlibat.
“Diplomasi tidak boleh berhenti pada pernyataan politik semata, tetapi harus dilanjutkan dengan mekanisme yang jelas, terukur, dan menghormati hukum internasional,” ujarnya.
Amelia juga meminta Indonesia terus memainkan peran aktif di berbagai forum internasional untuk mendorong de-eskalasi konflik dan penyelesaian damai.
“Di forum global, Indonesia perlu terus mendorong de-eskalasi, dialog, dan penyelesaian damai,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran telah rampung. Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform Truth Social pada Minggu, 14 Juni 2026.
Trump juga menyebut Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah penandatanganan resmi kesepakatan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung,” tulis Trump.
Trump menambahkan pemerintah AS mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya tol serta mencabut blokade Angkatan Laut AS setelah kesepakatan berlaku.
Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi perhatian pasar global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dan energi dunia.
Kesepahaman AS-Iran berpotensi meredakan ketegangan geopolitik yang dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Jika implementasi berjalan sesuai rencana, risiko gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz dapat berkurang.
Bagi Indonesia, stabilitas kawasan Timur Tengah berpengaruh terhadap harga energi impor, biaya logistik, dan inflasi domestik. Namun efektivitas kesepakatan masih bergantung pada pelaksanaan di lapangan serta kepatuhan kedua negara terhadap poin-poin yang disepakati dalam proses diplomasi lanjutan.

