HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Kampus Universitas Diponegoro (Undip) dan sivitas akademika berhasil terus meraih prestasi sekaligus melahirkan berbagai riset ilmiah yang diciptakan untuk mendukung kehidupan modern. Inovasi ini salah satunya Artificial Fish Apartment (AFA) atau pembuatan terumbu karang buatan di dasar laut yang dikembangkan oleh tim peneliti di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Munasik, M.Sc.
Tim riset Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FPIK) Undip memperkenalkan inovasi risetnya melalui keikutsertaan sebagai peserta Program Lab2Market 2026, sebuah program nasional yang berfokus pada percepatan hilirisasi dan komersialisasi hasil riset perguruan tinggi di Indonesia.
Program Lab2Market menjadi wadah strategis bagi inovasi berbasis riset hasil penelitian ilmiah mahasiswa maupun akademisi memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk atau siap diterapkan di masyarakat termasuk diproduksi massal oleh industri.
Teknologi Artificial Fish Apartment (AFA) adalah terumbu karang buatan yang dikembangkan dengan material limbah hasil industri atau dikenal Fly Ash Bottom Ash (FABA) untuk memperbaiki struktur habitat biota laut.
Menurut Prof. Munasik, pengembangan teknologi terumbu karang buatan merupakan inovasi bermanfaat untuk membantu rehabilitasi kerusakan ekosistem pesisir.
Menurutnya, penelitian tidak akan berhenti pada pengembangan teknologi, melainkan terus akan didorong untuk memberikan dampak nyata bagi lingkungan, sebagai bentuk pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi, hingga berkontribusi dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
“Inovasi akan menjadi teknologi untuk mendukung rehabilitasi ekosistem laut dan pesisir. Namun, pengembangan juga akan melalui serangkaian penyempurnaan agar teknologi siap mendukung pemulihan permasalahan lingkungan bawah laut serta bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Dalam pengembangan inovasi teknologi yang dibuat, tim peneliti Undip terdiri dari para akademisi dan praktisi multidisiplin di bidang lingkungan Universitas Diponegoro yang memiliki kompetensi di bidang ekologi laut, teknologi perikanan, rekayasa konstruksi, sistem produksi, hingga monitoring lingkungan.
Awal mula pengembangan dan uji coba, AFA telah di uji di beberapa wilayah pesisir di Indonesia. Teknologi inovatif rehabilitasi ekosistem pesisir yang dirancang ini juga telah mencapai tingkat kesiapan teknologi (TRL) 7–8, dengan hasil menunjukkan peningkatan jumlah ikan, keanekaragaman hayati, serta terbentuknya habitat laut yang lebih kompleks dan produktif.

