HEADLINNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pariwisata bersama Pemerintah Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, serta Yayasan Kyai Ageng Giri Pondok Pesantren Girikusumo terus berkomitmen melestarikan budaya dan kearifan lokal melalui penyelenggaraan Grebeg Suro Girikusumo, Senin (15/6/2026).
Tradisi tahunan yang telah berlangsung sejak 2014 ini diawali dengan kirab pusaka peninggalan leluhur pesantren yang dipimpin langsung oleh KH Muhammad Munif Zuhri. Dalam prosesi tersebut, sebanyak 40 (patang puluh) kendi air tirta wening, empat gunungan, dan satu tumpeng diarak dari Masjid Ageng Girikusumo “Bait Al Salam” menuju Sasono Giriloyo Kasepuhan Girikusumo.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang rute kirab. Warga tampak setia menunggu kedatangan gunungan dan tumpeng yang telah didoakan untuk kemudian diperebutkan sebagai simbol berbagi keberkahan dalam menyambut Bulan Muharam 1448 Hijriah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, menyampaikan bahwa terjaganya tradisi Grebeg Suro Girikusumo menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah, pengelola pesantren, dan masyarakat dalam melestarikan warisan budaya daerah.
Menurutnya, kegiatan yang rutin digelar menjelang Tahun Baru Islam tersebut diharapkan dapat terus lestari sekaligus berkembang menjadi atraksi wisata budaya yang mampu menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Kabupaten Demak.
“Melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya dan tradisi lokal tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sektor pariwisata daerah,” ujarnya.

