HEADLINNEWS.ID – Semangat berbagi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan pembagian 10.000 paket sembako yang digelar Solo Bersama Selamanya (SBS) di kawasan Benteng Vastenburg, Minggu (23/3/2025). Memasuki pelaksanaan tahun ke-19, kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu gambaran kuatnya budaya gotong royong dan kebersamaan di Kota Solo.
Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Sumartono Hadinoto, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, konsistensi selama hampir dua dekade menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat terus tumbuh ketika banyak pihak bergerak bersama.
“PMS bersyukur dan berterima kasih karena bisa kembali bersama Solo Bersama Selamanya untuk berbagi 10.000 paket sembako. Selama 19 tahun kegiatan ini berjalan berkat dukungan para donatur dan keluarga besar PMS serta seluruh pihak yang ikut berkontribusi,” ujar Sumartono.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memiliki nilai bantuan secara ekonomi, tetapi juga menjadi simbol karakter Kota Solo yang dikenal dengan keberagaman dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Menurut Sumartono, keterlibatan berbagai organisasi dalam kegiatan sosial menjadi bukti bahwa perbedaan latar belakang bukan menjadi penghalang untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini adalah budaya Kota Solo. Kemajemukan dan toleransi bisa terlihat dari bagaimana masyarakat saling membantu. Kita semua sebagai wong Solo memiliki tanggung jawab menjaga kota ini dengan kontribusi masing-masing,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara PMS, SBS, dan berbagai organisasi lainnya dapat terus berlanjut sehingga nilai kebersamaan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Solo.
“Kami berharap toleransi di Solo semakin tumbuh dan semua masyarakat bisa merasa nyaman tinggal bersama sebagai bagian dari kota ini,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10.000 paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang telah menerima kupon sebelumnya. Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, mi instan, dan biskuit yang dikemas dalam sebuah ember.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, mengapresiasi konsistensi program SBS yang telah berjalan selama 19 tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan nilai gotong royong yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Solo.
Ia menyebut program tersebut dapat terlaksana karena dukungan berbagai pihak, termasuk lebih dari 65 organisasi yang ikut terlibat, salah satunya PMS.
“Program ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi yang harus terus dijaga. Semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Astrid.
Salah satu penerima bantuan, Tatik, mengaku bersyukur mendapatkan paket sembako tersebut. Menurutnya, bantuan itu sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga menjelang Lebaran.
“Senang sekali mendapat paket ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ungkapnya.
Melalui kegiatan yang telah berlangsung selama 19 tahun tersebut, SBS bersama PMS dan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi kekuatan bersama dalam menjaga karakter Solo sebagai kota yang menjunjung kebersamaan, toleransi, dan gotong royong.

