HEADLINNEWS.ID – Jakarta – Harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran secara nasional mencapai Rp76.300 per kilogram (kg) pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 09.30 WIB. Sementara itu, harga telur ayam ras tercatat Rp29.950 per kg.
Data tersebut berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia dan dikutip headlinnews.id.
Komoditas cabai lainnya juga masih berada di level tinggi. Harga cabai merah besar tercatat Rp57.700 per kg, cabai merah keriting Rp55.500 per kg, dan cabai rawit hijau Rp54.950 per kg.
Untuk kelompok bumbu dapur, harga bawang merah mencapai Rp53.650 per kg dan bawang putih Rp41.100 per kg.
Harga beras juga menunjukkan variasi. Beras kualitas bawah I dijual Rp14.650 per kg dan beras kualitas bawah II Rp14.600 per kg. Sementara beras kualitas medium I mencapai Rp16.300 per kg dan medium II Rp16.100 per kg.
Adapun beras kualitas super I tercatat Rp17.550 per kg dan beras kualitas super II sebesar Rp17.100 per kg.
Komoditas protein hewani juga mengalami pergerakan harga. Daging ayam ras segar dijual Rp37.100 per kg, daging sapi kualitas I Rp149.300 per kg, dan daging sapi kualitas II Rp140.500 per kg.
Untuk kebutuhan pokok lainnya, gula pasir premium berada di harga Rp20.300 per kg dan gula pasir lokal Rp19.100 per kg.
Sementara itu, minyak goreng curah dijual Rp20.600 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp24.200 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II Rp23.350 per liter.
Di tengah kenaikan sejumlah harga pangan, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengusulkan program Beraskita Premium untuk menstabilkan harga beras premium di pasaran.
“Kami hanya mengusulkan malah untuk membuat Beraskita premium. Jadi beras premium lagi agak naik, supaya menstabilisasi beras premium, Beraskita premium harus ada,” kata Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Rizal, usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Namun, pelaksanaannya masih menunggu persetujuan pemerintah.
Rizal menilai program serupa sebelumnya berhasil menjaga stabilitas harga beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Dalam usulannya, Beraskita Premium akan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14.900 per kg. Sementara beras SPHP saat ini dipasarkan Rp12.500 per kg.
“Kami baru mengajukan saran dan berharap bisa segera disetujui sehingga harga-harga pangan dapat lebih stabil dan masyarakat lebih tenang,” ujar Rizal.
Kenaikan harga cabai rawit merah hingga menembus Rp76.300 per kg menunjukkan tekanan pasokan pangan masih terjadi di sejumlah komoditas hortikultura. Di sisi lain, harga beras premium yang meningkat mendorong pemerintah dan Bulog menyiapkan instrumen baru berupa Beraskita Premium.
Jika program tersebut disetujui, pemerintah akan memiliki tambahan alat intervensi untuk meredam kenaikan harga beras premium. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada ketersediaan stok, distribusi, dan kemampuan menjaga harga di tingkat konsumen.

