Mohammad Saleh Nilai Pendidikan Politik Perlu Adaptif Hadapi Perkembangan Era Digital

Saleh menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan politik yang berbasis pada kajian ilmiah sekaligus dekat dengan realitas sosial.

Ria Diana
By
Ria Diana
Penyuka sushi dan semua tentang Jepang.
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Pendidikan politik dinilai perlu terus berkembang mengikuti perubahan zaman, terutama di tengah derasnya arus informasi dan semakin besarnya pengaruh media digital terhadap cara masyarakat memandang berbagai isu publik.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengatakan pendidikan politik tidak cukup hanya mengenalkan teori dan konsep demokrasi, tetapi juga harus mampu membantu masyarakat memahami dinamika politik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola komunikasi politik dan cara masyarakat memperoleh informasi. Karena itu, pendekatan pendidikan politik juga perlu lebih adaptif agar tetap relevan dengan kondisi saat ini.

“Teori itu penting, tetapi akan lebih bermakna jika bisa digunakan untuk membaca perilaku pemilih, strategi kampanye, dan dinamika kekuasaan yang nyata di lapangan,” ujar Saleh dalam acara bedah buku di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro, Semarang, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, dalam praktiknya pilihan politik masyarakat tidak selalu dibentuk oleh pertimbangan rasional semata. Faktor kedekatan sosial, emosi, hingga pengaruh informasi yang beredar di ruang publik juga ikut memengaruhi cara masyarakat menentukan pilihan.

Karena itu, menurut Saleh, pendidikan politik yang baik harus mampu membekali masyarakat dengan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan maupun informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Hari ini, pertarungan politik bukan hanya soal program, tetapi juga soal persepsi, narasi, dan bagaimana realitas dibingkai di ruang publik,” katanya.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi telah melahirkan berbagai bentuk komunikasi politik baru yang membuat interaksi antara pemimpin dan masyarakat berlangsung hampir tanpa batas waktu. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kualitas literasi politik masyarakat.

“Dulu kampanye lebih banyak mengandalkan tatap muka. Sekarang komunikasi politik terjadi setiap saat di media sosial. Karena itu, pemahaman politik juga harus berkembang mengikuti perubahan tersebut,” jelasnya.

Saleh menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan politik yang berbasis pada kajian ilmiah sekaligus dekat dengan realitas sosial. Sinergi antara kalangan akademisi, praktisi, dan masyarakat diperlukan agar pendidikan politik tidak berhenti pada tataran teori, tetapi mampu melahirkan warga yang lebih kritis dan memahami proses demokrasi secara utuh.

“Pendidikan politik yang baik akan melahirkan masyarakat yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilihnya, tetapi juga mampu memahami berbagai persoalan kebangsaan secara lebih dewasa,” tandasnya.

Share This Article
Follow:
Penyuka sushi dan semua tentang Jepang.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!