HEADLINNEWS.ID – Headlinnews.id – Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mendesak Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo segera mengundurkan diri menyusul rentetan kebijakan yang dinilai gagal menyelamatkan Rupiah.
Uchok menilai Perry nihil prestasi selama menduduki kursi nomor satu di bank sentral tersebut.
Ia menuding tatanan sistem keuangan nasional telanjur rusak berantakan sejak era pandemi melanda akibat manuver lembaga tersebut.
“Kalau menurut saya lebih baik Perry itu mengundurkan dirinya saja, masih ada waktu untuk tobat,” tegas Uchok dikutip Selasa (16/6/2026).
Berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang tentang Bank Indonesia, Uchok mengingatkan tugas utama BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Namun, ia menilai arah kebijakan moneter bank sentral saat ini sama sekali tidak memiliki desain besar yang jelas.
“Jika terus-menerus dipakai untuk intervensi menahan pelemahan rupiah, lama-lama akan kering,” tegasnya.
Berdasarkan data kurs tengah BI, rupiah masih berada di angka 14.878 per US$ saat Perry baru dilantik pada periode tersebut.Â
Uchok turut menyoroti langkah BI menaikkan suku bunga BI Rate dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Taktik pengetatan moneter ini dinilainya sekadar siasat menghipnotis investor agar tidak menarik dana jatuh temponya.
Kenaikan bunga acuan tersebut dipandangnya sama sekali bukan solusi struktural bagi ekonomi.
Ia mengibaratkan kebijakan instan itu layaknya obat penenang sesaat bagi penyakit mematikan sekelas kanker.
“Itu kan ada utang jatuh tempo, kalau ini diambil semua bahaya buat BI dan pemerintah, uangnya dari mana? Maka dinaikkan supaya jangan cair, lu tetap aja di sini,” beber Uchok membongkar logika di balik kebijakan tersebut.
Lebih lanjut, ia melontarkan ancaman audit ketat atas seluruh rekam jejak intervensi valuta asing (valas) bank sentral jika desakan pengunduran diri ini ditolak.
Derasnya arus dana cadangan yang dibakar rutin ditegaskan sangat rawan dan wajib diselidiki secara transparan.
“Harusnya diselidiki berapa sudah intervensi terhadap rupiah, itu nanti kalau Perry enggak mau mengundurkan diri, maka intervensi rupiah itu akan diselidiki dan diakses,” ucapnya.

