HEADLINNEWS.ID – Suasana sakral dan penuh khidmat menyelimuti halaman depan Museum Rumah Pesik Art & Heritage Hotel, Kotagede, Yogyakarta, pada Sabtu (31/5/2026). Bertepatan dengan peringatan Hari Waisak, ribuan pusaka bersejarah dijemas dalam sebuah prosesi adat yang memadukan tradisi Jawa dan Bali.
Ritual penjemasan pusaka tersebut dipimpin langsung oleh Anak Agung Ngurah Ugrasena, tokoh adat Bali yang juga merupakan Penglingsir Puri Agung Singaraja (Puri Gede Buleleng). Prosesi berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi salah satu agenda budaya yang menarik perhatian para pemerhati tradisi serta wisatawan yang hadir.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula sejumlah tokoh budaya dari berbagai daerah. Jalannya prosesi dipandu oleh Tugiono yang dikenal aktif melestarikan tradisi kejawen. Perpaduan unsur budaya Jawa dan Bali menghadirkan nuansa spiritual yang kuat sekaligus memperlihatkan harmoni keberagaman budaya Nusantara.
Pemilik Rumah Pesik Art & Heritage Hotel, Rudy J. Pesik, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Anak Agung Ngurah Ugrasena yang memimpin langsung prosesi tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Anak Agung Ngurah Ugrasena yang telah berkenan memimpin ritual penjemasan pusaka ini. Kehadiran beliau memberikan nilai spiritual dan historis yang sangat berarti bagi koleksi pusaka yang kami rawat di museum ini,” ujarnya.

Keistimewaan acara semakin terasa dengan kehadiran sejumlah wisatawan mancanegara yang tengah menginap di hotel. Mereka tampak antusias menyaksikan jalannya prosesi dan menunjukkan ketertarikan terhadap kekayaan budaya Indonesia. Bagi banyak tamu asing, pengalaman tersebut menjadi kesempatan langka untuk melihat secara langsung ritual tradisional yang masih dijaga dan dilestarikan hingga saat ini.
Manajemen Rumah Pesik Art & Heritage Hotel menjelaskan bahwa ritual penjemasan pusaka merupakan tradisi tahunan yang hanya dilaksanakan satu kali dalam setahun. Para tamu hotel diberikan kesempatan untuk menyaksikan prosesi dengan tetap menjaga tata krama dan menghormati nilai-nilai sakral yang terkandung di dalamnya.
“Ini merupakan kesempatan yang sangat langka bagi para tamu untuk menyaksikan langsung ritual budaya yang autentik. Kami berharap seluruh peserta dan tamu dapat bersama-sama menjaga kesakralan acara,” ujar pihak manajemen.
Lebih dari sekadar tradisi perawatan pusaka, kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pelestarian warisan budaya Nusantara. Kolaborasi antara adat Jawa dan Bali yang ditampilkan dalam prosesi tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Yogyakarta sebagai destinasi wisata budaya dan heritage yang dikenal hingga mancanegara.
Melalui kegiatan seperti ini, Rumah Pesik Art & Heritage Hotel terus berkomitmen menghadirkan ruang pelestarian budaya yang hidup, sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada masyarakat luas dan wisatawan dari berbagai negara.

