HEADLINNEWS.ID – Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) menggelar kegiatan Ngaji Pancasila dan Santunan Anak Yatim-Dhuafa di Majelis Taklim Al-Fadilah, Kampung Pancasila, Jalan Karang Tengah II Nomor 30, Genuk, Kota Semarang, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan pengasuh Majelis Mafia Sholawat, KH Abah Ali Shodiqin, sebagai penceramah utama. Acara juga dihadiri Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang memberikan sambutan dan apresiasi terhadap peran FKSP dalam merawat nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan keagamaan.
Dalam sambutannya, Iswar Aminuddin menyampaikan terima kasih kepada FKSP dan Majelis Taklim Al-Fadilah yang selama ini aktif mengampanyekan nilai-nilai Pancasila melalui dakwah.
“Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Ketua MT Al-Fadilah serta Ketua FKSP yang telah bersama Pemkot Semarang berdakwah tentang cinta agama dan cinta negara sebagai wujud pengamalan Pancasila,” ujarnya.
Sementara itu, Khodimul Majelis FKSP, K.A. Robani Albar, menegaskan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, serta penguatan ukhuwah harus terus ditanamkan di tengah masyarakat.
“Ngaji Pancasila menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan lintas golongan dan keyakinan dalam bingkai menjaga ukhuwah serta persatuan bangsa,” katanya.
Kegiatan Ngaji Pancasila dan santunan tersebut menjadi bentuk nyata pengamalan sila pertama dan sila kelima Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Melalui lantunan sholawat dan pemberian santunan kepada anak yatim serta kaum dhuafa, FKSP berupaya memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam tausiyahnya, KH Abah Ali Shodiqin mengajak jamaah untuk memperbanyak amal kebaikan, bersholawat, berdzikir, dan memanjatkan doa sebagai ikhtiar meraih rahmat serta syafaat dari Allah SWT.
Ia menekankan bahwa setiap umat perlu membiasakan diri melakukan kebaikan agar kehidupan di dunia maupun akhirat senantiasa mendapatkan keberkahan dan keselamatan.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, keamanan, dan kesejahteraan.
Ketua panitia, Suriyadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan acara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kegiatan ini. Semoga apa yang dilakukan bersama menjadi amal kebaikan. Kami juga mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan acara,” pungkasnya.

